- Tren kopi Palembang beralih dari kafe populer menuju tempat yang menyajikan racikan serius dengan karakter kuat.
- Warunk Kopi Apek Sekanak adalah kedai lawas tepi Sungai Musi yang menjadi "sekolah rasa" kopi robusta lokal sejak 1970-an.
- Luthier Coffee dikenal sebagai pionir kopi specialty di Palembang dengan racikan arabika berkualitas untuk penikmat serius.
SuaraSumsel.id - Di Palembang, tren ngopi sudah jauh lewat sekadar nongkrong di kafe instagramable. Para barista dan penikmat kopi serius pelan-pelan mengarahkan kompas lidah ke tempat-tempat yang mungkin tidak terlalu heboh di media sosial, tapi racikan kopinya niat dan suasananya berkarakter.
Berikut lima “hidden gem” warung kopi & coffee shop di Palembang yang benar-benar ada, lokasinya jelas, dan sering muncul dalam obrolan para barista lokal.
1. Warunk Kopi Apek Sekanak
Hidden gem tepi Musi dengan nuansa pasar tua. Warunk Kopi Apek bisa dibilang “ibu kandung” banyak cerita tentang kopi Palembang.
Lokasinya benar-benar ngumpet di belakang Pasar Sekanak, tepian Sungai Musi, Jl Depaten Baru, persis di belakang Kantor Wali Kota Palembang. Untuk sampai ke sini, pengunjung harus masuk lorong pasar dan berjalan sampai ke tepi sungai.
Warung dua petak ini sudah eksis sejak kisaran 1970-an dan masih mempertahankan gaya kedai kopi lawas: meja sederhana, angin sungai, dan pemandangan langsung ke Jembatan Ampera serta perahu-perahu yang lalu lalang.
Lokasi: Tepian Sungai Musi, belakang Pasar Sekanak, Jl Depaten Baru, 28 Ilir, Palembang.
Suasana: Benar-benar “kopitiam” tradisional, tanpa dekor kekinian, tapi view-nya kelas VVIP: pertemuan Sungai Sekanak dan Musi, dengan Ampera di kejauhan.
Menu & harga: Andalannya kopi robusta Semendo racikan Apek dan keluarga. Satu cangkir kopi hitam atau kopi susu dihargai sekitar Rp9.000–Rp12.000, ditemani roti goreng atau gorengan sederhana.
Baca Juga: Herman Deru: Kunci Ketahanan Pangan Sumsel pada Integrasi HuluHilir, Bukan Sekadar Produksi
Banyak barista muda menyebut Apek sebagai “sekolah rasa”, tempat belajarprofil robusta Sumsel apa adanya: pahit, tebal, dengan aroma cokelat dan rempah khas Semendo.
2. Luthier Coffee
Markas kopi specialty & barista champion Palembang Kalau pecinta kopi serius bertanya ke barista lokal, nama Luthier Coffee hampir pasti muncul.
Luthier dikenal sebagai kedai kopi specialty yang sudah beroperasi sejak 2016 dan identik dengan racikan arabika berkualitas, dari blend Nusantara sampai kopi single origin kelas kompetisi.
Lokasi utama: Jl Bangau No.170C, 9 Ilir, Kec Ilir Timur II, Palembang. Ada juga cabang di kawasan Citra Grand City (Luthier Coffee CGC).
Suasana: Modern dan rapi, dominan indoor agar aroma kopi lebih “terkunci”, dengan sedikit area outdoor. Cocok buat nongkrong lama sambil kerja atau ngobrol serius soal kopi.
Tag
Berita Terkait
-
Viral di Medsos! Tiga Kedai Mie Celor Ini Disebut Paling Enak di Palembang
-
5 Kesalahan Fatal Bikin Bisnis Kuliner di Palembang Gagal Total, Nomor 3 Banyak Dilakukan
-
Modal Kecil, Cuan Besar! Begini Cara Mulai Bisnis Pempek Frozen untuk Pemula
-
Modal di Bawah 5 Juta! 7 Ide Bisnis Rumahan Khas Palembang yang Dijamin Cuan
-
5 Rekomendasi Tempat Ngopi Pagi Sekaligus Meeting Paling Nyaman di Palembang Update 2025
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung