- Polda Sumatera Selatan membongkar 3.243 kasus penyakit masyarakat selama Operasi Pekat Musi 2026.
- Operasi ini menyasar prostitusi, perjudian, dan miras ilegal di Palembang, Prabumulih, dan Lubuklinggau.
- Penindakan ini adalah respons atas keluhan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum dan potensi pidana lain.
SuaraSumsel.id - Angka 3.243 bukan sekadar deretan statistik di atas kertas. Dalam kurun waktu pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026, jajaran Polda Sumsel membongkar ribuan kasus yang dikategorikan sebagai penyakit masyarakat. Jika dirata-ratakan, puluhan kasus terjaring setiap hari.
Angka ini menggambarkan intensitas kriminalitas sosial yang masih terjadi di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Dari praktik prostitusi terselubung hingga perjudian dan peredaran minuman keras ilegal, operasi ini membuka potret ruang-ruang gelap yang selama ini beroperasi di balik aktivitas perkotaan.
Wilayah seperti Palembang, Prabumulih, dan Lubuklinggau menjadi bagian dari titik-titik yang disisir aparat. Razia dilakukan di kawasan hiburan malam, penginapan, kos-kosan, hingga lokasi yang dicurigai menjadi tempat praktik perjudian.
Operasi Pekat Musi bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kepolisian menyebut langkah ini sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait aktivitas yang meresahkan ketertiban umum. Penyakit masyarakat sering kali menjadi pintu masuk ke tindak pidana lain yang lebih besar, mulai dari pemerasan, kekerasan, hingga peredaran narkotika.
Bagi warga, angka 3.243 kasus bisa dimaknai sebagai dua hal sekaligus. Di satu sisi, itu menunjukkan keseriusan aparat dalam melakukan penindakan. Namun di sisi lain, angka tersebut juga menjadi cermin bahwa praktik-praktik kriminal sosial masih cukup masif dan belum sepenuhnya terkendali.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Senin, mengatakan dalam operasi tersebut, sebanyak 3.565 tersangka diamankan dari berbagai tindak pelanggaran yang dikategorikan sebagai penyakit masyarakat.
"Operasi ini digelar untuk memastikan pelaksanaan ibadah Ramadhan 1447 Hijriah berlangsung aman dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan," ujarnya melansir ANTARA.
Kriminalitas jenis pekat cenderung berkembang di wilayah dengan pengawasan sosial yang lemah. Faktor ekonomi, akses digital yang mempermudah judi daring, hingga minimnya kontrol lingkungan menjadi variabel yang sering muncul dalam dinamika kasus-kasus tersebut.
Operasi ini juga membawa pesan yang lebih luas. Penegakan hukum tidak akan efektif tanpa dukungan lingkungan sosial yang kuat. Peran keluarga dalam mengawasi anak-anak dan remaja menjadi krusial, begitu pula partisipasi masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan.
Baca Juga: Suhu Sumsel Tembus 35 Derajat Saat Ramadan, BMKG Beri Peringatan Ini untuk Warga
Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apakah angka ini akan menurun setelah operasi berakhir. Tanpa pencegahan berkelanjutan dan pengawasan kolektif, pola yang sama berpotensi kembali muncul di lokasi-lokasi yang serupa.
Operasi Pekat Musi 2026 mungkin berhasil membongkar ribuan kasus. Namun pekerjaan rumah terbesar tetap ada pada bagaimana memastikan ruang publik di Sumatera Selatan benar-benar lebih aman, bukan hanya selama operasi berlangsung, tetapi juga setelahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Suhu Sumsel Tembus 35 Derajat Saat Ramadan, BMKG Beri Peringatan Ini untuk Warga
-
Alex Noerdin: Kronologi Lengkap Tiga Kasus Korupsi dan Status Gugur Demi Hukum
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
Sakit Apa Alex Noerdin Sebelum Wafat di Usia 74 Tahun? Ini 7 Faktanya
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, BRI Dukung Sport Tourism Indonesia
-
Dukung Perjuangan Atlet Indonesia, BRI Kobarkan Semangat Merah Putih di Asian Games 2026
-
Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani
-
Dulu Duet Prabowo di Pilpres 2014, Hatta Rajasa Kini Jadi Wakil Ketua Wantimpres
-
Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam