-
Livin’ Fest by Mandiri menghadirkan rangkaian festival musik, budaya, dan hiburan di Palembang.
-
Barasuara, Yura Yunita, dan Bernadya tampil memukau ribuan penonton di PSCC.
-
Suara Loka Palembang menampilkan budaya lokal melalui Suara Gambus dan tari Putri Pinang Masak.
SuaraSumsel.id - Gelaran Livin’ Fest by Mandiri kembali mencuri perhatian publik Palembang sebagai bagian dari perayaan HUT Mandiri ke-27. Festival ini tidak hanya membawa panggung musik, tetapi juga merangkai pengalaman penuh warna lewat kuliner, fashion, olahraga, hingga aneka promo spesial yang membuat suasana semakin meriah.
Dalam rangkaian Livin’ Fest Music, panggung Suara Loka edisi Palembang berubah menjadi lautan energi ketika Barasuara, Yura Yunita, dan Bernadya tampil memukau ribuan penonton di Palembang Sport & Convention Center (PSCC). Trio musisi papan atas yang tengah berada di masa keemasan ini menjadi magnet kuat yang menghidupkan area konser. Dua band kebanggaan Palembang—Kopral Jono dan Hutan Tropis—turut memberi ledakan energi, membuat seluruh ruangan bergetar oleh sorak dan tepuk tangan.
Tak hanya musik modern, Suara Loka Palembang tetap setia menampilkan akar budaya lokal. Suara Gambus membawa nuansa Melayu, Palembang yang hangat dan jarang ditemui di festival arus utama, membuat penonton seakan kembali ke suasana tradisi lama yang penuh keintiman.
Sementara itu, fragmen tari Putri Pinang Masak menghadirkan kisah legenda tentang putri yang terkena kutukan, dipentaskan dengan sentuhan panggung kontemporer yang memikat dan mampu menyatu sempurna dengan atmosfer festival. Kedua suguhan budaya ini sukses menuai tepuk tangan panjang dari penonton.
Regional CEO Bank Mandiri Region II/Sumatera 2 Ade Arief Mochtar, menegaskan peran Livin’ Fest sebagai ruang kolaboratif untuk masyarakat. “Livin’ Fest tidak hanya tentang konser musik, tetapi tentang menghadirkan pengalaman kota yang lengkap dari kuliner hingga olahraga, dari layanan publik hingga gaya hidup. Antusiasme Palembang hari ini membuktikan bahwa masyarakat sangat terbuka terhadap festival yang inklusif dan memberi nilai tambah.”
Kesuksesan Suara Loka di Palembang memperkuat Livin’ Fest sebagai festival kota yang merayakan musik, budaya, kreativitas, dan kebersamaan. Setelah Palembang, Livin’ Fest Music bersama Suara Loka akan melanjutkan perjalanan ke Makassar dan Surabaya, menghadirkan pengalaman serupa di kota berikutnya.
CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menegaskan bahwa Palembang memiliki karakter penonton yang kuat, hangat, dan selalu responsif terhadap ragam pertunjukan yang dihadirkan. “Suara Loka hadir dengan harapan sederhana. Kami ingin menyediakan ruang yang ramah bagi musik, komunitas, dan masyarakat untuk berkumpul tanpa jarak. Setiap kota punya karakternya, dan Palembang menunjukkan bahwa apresiasi terhadap musik dan budaya Indonesia tumbuh dengan sangat hidup,” ujarnya.
Kurasi musik Suara Loka Palembang berhasil menghadirkan alur energi yang kaya. Kopral Jono dan Hutan Tropis membuka panggung dengan eksplorasi musik indie yang dinamis, disusul suasana puitis Bernadya, hingga euforia teatrikal Barasuara sebelum Yura Yunita menutup malam lewat koor massal penuh emosi yang menggema di seluruh PSCC.
Barasuara: Ledakan Energi dan Panggung yang Ekspresif
Baca Juga: Listrik Padam di Paripurna DPRD Sumsel, Benar Gangguan Teknis atau Ada yang Janggal?
Gaya teatrikal dan harmonisasi vokal yang kuat membuat Barasuara menjadi pusat perhatian. Set mereka menjadi salah satu highlight terbesar Suara Loka Palembang.
Yura Yunita: Emosi, Intimasi, dan Keajaiban Panggung
Dengan interaksi personal yang khas, Yura menciptakan momen magis yang membuat seluruh ruangan menyanyi dan larut dalam kehangatan.
Bernadya: Puitis, Lembut, dan Menyentuh
Bernadya menambah kedalaman festival melalui komposisi musik yang hening namun kuat, memberi kontras cantik di tengah euforia festival.
Kopral Jono & Hutan Tropis: Lokal yang Relevan
Tag
Berita Terkait
-
Listrik Padam di Palembang Hari Ini, Cek Daftar Wilayah yang Terdampak!
-
Macet Parah di Bandara SMB II Palembang Jadi Sorotan: Gara-Gara Sistem Baru, Publik Minta Evaluasi
-
Hakim PN Palembang Wafat di Indekos, Benarkah Ini Menyingkap Masalah Kesejahteraan?
-
Resmikan Livin' Fest 2025 di Palembang, Bank Mandiri Sinergikan UMKM dan Industri Kreatif
-
135 Event Wisata Palembang 2026 Resmi Dirilis Sepanjang Tahun
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru