-
Klaim bahwa Megawati Soekarnoputri menyebut korupsi hanya fenomena global dan bukan pelanggaran HAM tidak benar.
-
TurnBackHoax.id menyatakan unggahan tersebut termasuk konten palsu yang tidak memiliki sumber resmi.
-
Tidak ada pernyataan Megawati di media kredibel yang mendukung klaim tersebut.
SuaraSumsel.id - Belakangan di media sosial tersebar sebuah unggahan yang mengklaim bahwa Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa korupsi adalah 'fenomena global, bukan pelanggaran HAM”. Unggahan itu menampilkan narasi dramatis dan menyebut bahwa korupsi bukan kejahatan kemanusiaan sampai ke penggunaan gaya penulisan sengaja provokatif seperti “Bukan Pelangg4r4n HAM”.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim TurnBackHoax (bagian dari MAFINDO) pada 14 November 2025, klaim tersebut tidak terbukti. Dalam penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Megawati yang menyebut demikian, dan sumber foto atau video yang digunakan unggahan itu hanya berupa tangkapan layar dari Facebook dan YouTube yang tidak jelas asalnya
NarasiBeredar foto [arsip] dari akun Facebook “Nural Fariz” pada Sabtu (01/11/2025) berisi narasi:
“Viral!!!
MEGAWATI SEBUT KORUPSI ADALAH FENOMEN4 GLOB4L BUK4N PELANGG4R4N HAM
AHOK: M4KIN SINTING INI PENGHUN1 NEGARA,SUD4H TERLALU M4KAN DUIT RAKYAT
KETUM PDIP MENGAWATI : menilai bahwa Korupsi bukan hal kej4h4tan kemanusi44n,K0rupsi hal biasa yang tidak di kategorikan Pelangg4r4n HAM"
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan konten dengan narasi serupa dibagikan oleh kanal YouTube “musa ID”
Hingga Jumat (14/11/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 737 tanda suka, 533 interaksi komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 112 kali.
Penelusuran dengan kata kunci “Megawati korupsi fenomena global bukan pelanggaran HAM” hanya menghasilkan berita tentang pernyataan lain dari Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, yang menyebut bahwa “korupsi bukan kejahatan kemanusiaan” dalam konteks pengujian UU 31/1999.
Tidak ada pernyataan resmi Megawati terkait isu itu dalam media mainstream atau dokumen publik.
Unggahan yang beredar merujuk hanya ke akun Facebook “Nural Fariz” dan kanal YouTube “musa ID” yang besar kemungkinan merupakan sumber yang tidak diverifikasi.
Kesimpulan
Klaim bahwa Megawati Soekarnoputri menyebut korupsi sebagai fenomena global dan bukan pelanggaran HAM terbukti salah dan tergolong hoaks (fabricated content).
Sebagai pembaca, penting untuk berhati-hati sebelum menelan atau membagikan unggahan dengan klaim besar dan dramatis. Selalu verifikasi sumbernya, cek media mainstream dan pernyataan resmi pihak terkait.
Baca Juga: Listrik Padam di Paripurna DPRD Sumsel, Benar Gangguan Teknis atau Ada yang Janggal?
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Video Dosen Mengundurkan Diri karena Uang dari Situs Judul, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Isu Luhut Ancam Rakyat Ikut Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Isu Rektor UGM Akui Jokowi Suap Rp100 Miliar untuk Ijazah Palsu, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Isu Wapres Gibran Resmi Dimakzulkan, Benarkah? Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Viral Isu Jokowi Marah ke Purbaya Soal Kerugian Kereta Cepat, Ini Faktanya!
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?