-
Klaim bahwa Rektor UGM mengaku Jokowi menyuap Rp100 miliar untuk ijazah palsu tidak benar.
-
TurnBackHoax.id menyatakan unggahan tersebut termasuk konten palsu yang dimanipulasi.
-
UGM menegaskan bahwa Joko Widodo tercatat resmi sebagai mahasiswa dan lulusan sah Fakultas Kehutanan.
SuaraSumsel.id - Sebuah unggahan video di Facebook yang mengklaim bahwa Rektor UGM mengaku presiden Joko Widodo telah menyuap Rp100 miliar agar memperoleh ijazah palsu menjadi viral dengan cepat dengan mendapatkan lebih dari 7.100 likes, 1.500 komentar, dan 1.000 share.
Pada Senin (27/9/2025) akun Facebook “Inara Utari” membagikan video [arsip] disertai narasi:
“Karena takut kampusnya di tutup Rektor U. G. M mengakuu bahws jokowi Suap 100 Milyar buat ijasah palsu
Kalau benar begitu, pendidikan tinggi sudah dibunuh dengan uang.
Ijazah bisa dibeli, moral bisa ditawar, dan keadilan tinggal cerita.
Kalau ijazah saja bisa dibeli, apa lagi yang masih asli di negeri ini? Kepercayaan rakyat bukan barang dagangan. Sekali rusak, tak bisa dibeli lagi”
Hingga Rabu (12/11/2025) unggahan telah mendapatkan 7.100 tanda suka, 1.500 komentar dan telah dibagikan ulang 1.000 kali.
Namun berdasarkan pemeriksaan oleh tim pemeriksa fakta TurnBackHoax.id, klaim tersebut tidak ditemukan buktinya dan dikategorikan sebagai konten palsu (fabricated content).
Fakta yang Terungkap:
- Rektor UGM menyatakan bahwa pendidikan Joko Widodo di kampus tersebut adalah sah dan lengkap. UGM mengonfirmasi bahwa Jokowi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 dan lulus tahun 1985.
- Media mainstream melaporkan bahwa teman seangkatan Jokowi memberikan kesaksian mengenai keaslian ijazah dan skripsinya.
- Penelusuran mesin pencari dengan kata kunci “Rektor UGM mengaku Jokowi menyuap Rp100 miliar” tidak menemukan satu pun bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut.
Kenapa Klaim Ini Bermasalah?
Baca Juga: 5 Kolaborasi Strategis Bank Sumsel Babel dan Kejati Babel: Wujudkan Tata Kelola yang Transparan
Klaim ini menggunakan narasi yang dramatis, menyebut angka fantastis Rp100 miliar dan menyasar figur mantan presiden yakni formula yang sering digunakan dalam hoaks untuk memancing perhatian dan emosi publik.
Penyebarannya melalui video unggahan Facebook tanpa sumber resmi memperkuat dugaan manipulasi.
Unggahan yang menyebut Rektor UGM mengaku bahwa Joko Widodo telah menyuap Rp100 miliar untuk ijazah palsu salah dan termasuk kategori hoaks.
Pembaca diimbau untuk selalu memverifikasi klaim besar seperti ini dengan mengecek situs resmi kampus, media arus utama, atau database pemerintah sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Isu Wapres Gibran Resmi Dimakzulkan, Benarkah? Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Viral Isu Jokowi Marah ke Purbaya Soal Kerugian Kereta Cepat, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Benarkah Xi Jinping Sebut Jokowi Menindas Rakyat Indonesia?
-
Cek Fakta: Klaim Hakim Nyatakan Gibran Melanggar UU dan KUHP Perdata Ternyata Hoaks!
-
Viral di Medsos! Isu Luhut Minta Prabowo Ganti Menkeu Purbaya, Benarkah?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa
-
Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi
-
Udara Palembang Tidak Sehat Hari Ini, PM2,5 114 Diduga Dipengaruhi Karhutla
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus