-
Mobil listrik boleh dicuci menggunakan metode steam jika dilakukan dengan cara yang benar.
-
Area sensitif seperti port pengisian daya harus dihindari dari semprotan langsung.
-
Proses cuci steam aman bila dikerjakan di tempat profesional dengan tekanan uap yang sesuai.
SuaraSumsel.id - Belakangan ini, media sosial ramai membahas peringatan bahwa mobil listrik tidak boleh dicuci menggunakan metode steam (uap tekanan tinggi). Banyak yang khawatir tekanan air panas dan uap bisa merusak sistem kelistrikan atau bahkan membuat mobil korslet. Tapi, benarkah mobil listrik rentan terhadap cuci steam?
Mobil Listrik Aman Dicuci, Asal Tidak Asal
Faktanya, mobil listrik boleh dicuci dengan metode steam, selama dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang berpengalaman. Komponen utama seperti baterai, motor listrik, dan kabel tegangan tinggi sudah memiliki pelindung berstandar IP-rated waterproof, artinya tahan air hingga batas tertentu.
Namun, bagian sensitif seperti port pengisian daya dan konektor elektronik tetap wajib dihindari dari semprotan langsung.
Area yang Wajib Dihindari Saat Cuci Steam
Menurut teknisi dari beberapa bengkel resmi EV di Indonesia, area yang paling berisiko justru terletak di sekitar charging port dan sistem pendingin baterai.
Pastikan tutup port pengisian benar-benar rapat, dan jangan arahkan semprotan tekanan tinggi langsung ke kolong kendaraan atau ruang mesin depan yang berisi sistem kelistrikan tambahan.
Lebih Baik Manual? Tidak Juga
Membersihkan mobil listrik tidak harus selalu manual dengan lap. Jika dikerjakan dengan standar yang benar, cuci steam justru efisien karena menghemat air dan waktu.
Bengkel profesional biasanya menggunakan tekanan uap yang sudah diatur aman untuk bodi dan area bawah kendaraan tanpa menembus lapisan pelindung.
Kuncinya: Kenali Batas Aman
Sebelum mencuci, pemilik mobil listrik sebaiknya membaca buku panduan pabrikan. Beberapa produsen bahkan sudah mencantumkan peringatan dan area yang boleh atau tidak boleh terkena semprotan.
Selain itu, disarankan untuk mematikan sistem kelistrikan dan mencabut kabel pengisian sebelum mencuci mobil.
Baca Juga: Musim Hujan Tiba! Ini 5 Tips Aman Rawat Mobil Listrik Biar Gak Korslet di Jalan
Pernyataan bahwa mobil listrik tidak boleh dicuci steam adalah mitos. Mobil listrik tetap aman dicuci menggunakan metode steam asal dilakukan dengan tekanan air yang sesuai dan di tempat yang profesional. Kuncinya ada pada pengetahuan, kehati-hatian, dan perawatan rutin.
Berita Terkait
-
Musim Hujan Tiba! Ini 5 Tips Aman Rawat Mobil Listrik Biar Gak Korslet di Jalan
-
Mau Tahu Kenapa Mobil Listrik Lebih Murah Dirawat? Ini Hitungan Nyatanya
-
Selisih Biayanya Bikin Kaget! Ini Perbandingan Mobil Listrik Bekas vs Mobil Bensin di 2025
-
Biaya Cas Mobil Listrik di Rumah vs di SPKLU, Hemat Mana Jangka Panjang?
-
Lebih Hemat Mana? Ini Perbandingan Biaya Perawatan Mobil Listrik vs Bensin
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
-
Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change