-
Siswi SD di Gandus, Palembang alami lebam di wajah dan mata sepulang sekolah.
-
Korban sempat menyebut dirinya dipukul guru yang memakai cincin.
-
Sekolah belum memberi penjelasan jelas, korban kini trauma dan menolak sekolah.
SuaraSumsel.id - Sebuah peristiwa mengejutkan menghebohkan warga Palembang, Sumatera Selatan. Seorang siswi sekolah dasar (SD) berinisial FT mengalami lebam di wajah dan mata memerah sepulang sekolah. Kasus ini viral di media sosial setelah foto wajah anak tersebut beredar di grup warga kawasan Gandus, Palembang.
Sang ibu, Erna (36), tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi anaknya pada Senin (27/10/2025) sore.
“Aku kaget lihat wajah anakku lebam-lebam. Aku tanya, siapa yang ganggu, dia diam. Tapi sempat bilang katanya ibu guru yang punya cincin, katanya digoco (dipukul) ibu guru,” ujar Erna, Senin (3/11/2025).
Erna mengaku sudah menanyakan kejadian itu kepada pihak sekolah, namun tak ada jawaban jelas. Justru, salah satu guru beralasan bahwa mata anaknya merah karena sering main handphone.
“Katanya sakit mata karena main HP. Tapi mana mungkin gara-gara HP sampai lebam begitu,” kata Erna kesal.
Tidak puas dengan jawaban tersebut, Erna membawa anaknya ke dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada lebam dan lecet di sekitar mata, tanda kuat bahwa luka disebabkan benturan benda keras, bukan iritasi biasa. “Kalau merah iya, tapi kalau lebam jelas bukan. Dokter juga bilang ini akibat benturan,” tambahnya.
Sejak kejadian itu, FT menolak pergi ke sekolah. Ia menangis setiap kali diajak belajar dan mengaku takut bertemu dengan “ibu guru yang punya cincin.”
“Dia bilang ‘awas kalau ngadu ke orang tua’. Sekarang dia takut dan gak mau sekolah lagi,” ucap Erna lirih.
Trauma ini membuat sang ibu khawatir. Ia hanya ingin keadilan untuk anaknya dan menuntut pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Saya minta dia (guru) ngaku dan minta maaf di depan saya. Anak saya bukan boneka,” tegasnya.
Kisah ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai sekolah seharusnya menjadi tempat aman, bukan tempat anak takut.
Beberapa warga bahkan menyarankan agar Dinas Pendidikan Kota Palembang segera turun tangan menyelidiki kasus ini dan memberi sanksi tegas jika terbukti ada kekerasan.
Baca Juga: Uang 100 Juta di Palembang, Mending Beli Mobil Bekas atau Investasi Rumah?
Tag
Berita Terkait
-
Uang 100 Juta di Palembang, Mending Beli Mobil Bekas atau Investasi Rumah?
-
5 Kesalahan Fatal Bikin Bisnis Kuliner di Palembang Gagal Total, Nomor 3 Banyak Dilakukan
-
Laga Harga Diri! Sriwijaya FC vs Sumsel United Jadi Pertarungan Antar Generasi di Palembang
-
Modal Rp1 Miliar Bisa Jadi Juragan Kos di Palembang? Cek Dulu Hitungan Untung-Ruginya
-
Viral! Siswi SMP 30 Palembang Nyaris Diculik, Pelaku Bawa Alat Suntik dan Pukul Korban
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini