-
Sejumlah profesi yang dulu dianggap remeh kini menunjukkan lonjakan penghasilan signifikan di Sumatera Selatan.
-
Penghasilan profesi seperti driver ojol, konten kreator, teknisi, penjahit, dan barista kini berpotensi melampaui gaji PNS.
-
Pergeseran ekonomi digital membuat kreativitas dan keterampilan praktis menjadi faktor utama kesuksesan di tahun 2026.
SuaraSumsel.id - Di tengah status Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih dianggap sebagai pekerjaan paling aman dan bergengsi, muncul tren baru yang mulai mengguncang persepsi publik. Sejumlah profesi yang dulu dipandang “remeh” justru menunjukkan lonjakan penghasilan signifikan, bahkan diprediksi bisa mengalahkan gaji PNS di Sumatera Selatan pada tahun 2026.
Kondisi ekonomi digital, maraknya sektor informal kreatif, serta meningkatnya kebutuhan jasa praktis di masyarakat menjadi faktor utama perubahan ini.
Pertanyaannya: mitos atau fakta kalau profesi-profesi sederhana ini bakal lebih menjanjikan daripada jadi ASN?
Berikut penelusuran Suara.com:
1. Kurir Online dan Driver Ojol
Meski kerap diremehkan, penghasilan kurir online kini tak bisa dianggap enteng. Dengan sistem insentif dan bonus, penghasilan rata-rata driver ojol di Palembang mencapai Rp6–8 juta per bulan, bahkan bisa lebih saat permintaan tinggi.
“Kalau musim hujan dan banyak order makanan, bisa tembus Rp10 juta,” kata Eko, driver ojol di kawasan Demang Lebar Daun.
Sebagai perbandingan, ASN golongan II di Pemprov Sumsel rata-rata hanya menerima gaji bersih sekitar Rp3,5 juta–Rp4 juta per bulan.
Jika tren order naik terus, ojol bisa menjadi profesi yang jauh lebih fleksibel dan menguntungkan.
2. Konten Kreator dan Influencer Lokal
Baca Juga: 5 Fakta Wakil Ketua DPRD OKU Parwanto: Kader Gerindra, Tersangka KPK dan Punya Utang Rp1,5 Miliar
Media sosial kini jadi “tambang emas” baru di Palembang. Banyak kreator konten lokal — mulai dari kuliner, otomotif, hingga pariwisata — yang sudah mengantongi penghasilan Rp8–15 juta per bulan dari endorsement dan kolaborasi brand.
“Saya cuma bikin video review makanan khas Palembang seminggu dua kali. Lumayan, tiap bulan bisa buat DP motor,” ujar Sinta, kreator konten asal Jakabaring.
Dengan pertumbuhan ekonomi kreatif Sumsel yang mencapai 5,4% pada 2025 (BPS), peluang profesi ini terus meningkat, bahkan berpotensi mengalahkan pendapatan ASN golongan menengah.
3. Teknisi AC dan Elektronik
Saat cuaca makin panas dan penggunaan perangkat elektronik meningkat, teknisi AC menjadi profesi “emas baru.” Di Palembang, teknisi berpengalaman bisa mengantongi Rp500 ribu–Rp1 juta per hari, terutama di musim kemarau. Dalam sebulan, pendapatannya bisa mencapai Rp10–12 juta, jauh di atas gaji PNS golongan III.
“Banyak pelanggan langganan, apalagi kantor dan kafe. Sekali servis bisa buat makan seminggu,” kata Dedi, teknisi yang sudah bekerja 8 tahun di daerah Sekip.
4. Penjahit Online dan Jasa Modifikasi
Berita Terkait
-
5 Fakta Wakil Ketua DPRD OKU Parwanto: Kader Gerindra, Tersangka KPK dan Punya Utang Rp1,5 Miliar
-
Semarak UMKM Sriwijaya 2025: Sinergi dan Inovasi untuk UMKM Tangguh dan Ekonomi Sumsel Berkelanjutan
-
Bank Sumsel Babel Ajak Anak Bangun Karakter Finansial Lewat Tabungan Pesirah Junior
-
Klasemen Porprov XV Sumsel Berubah Drastis! Dua Emas Muba Resmi Dicabut
-
Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti Divonis 2,5 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi di Sumsel
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?