-
Polisi mengungkap kasus jual-beli bayi di Palembang yang melibatkan orang tua kandung korban.
-
Bayi berusia lima hari dijual dengan harga Rp15 juta di kawasan RSUD Bari Palembang.
-
Kasus ini terbongkar setelah warga melapor dan polisi melakukan penggerebekan di lokasi transaksi.
Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai puluhan juta rupiah, dokumen kelahiran bayi, serta dua unit telepon genggam yang berisi bukti transaksi.
“Awalnya mereka mengaku menyerahkan bayi karena tidak sanggup membesarkan, tapi saat diperiksa kami temukan bukti transaksi uang,” kata Kombes Pol Johanes Bangun, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.
Korban sudah dipindahkan ke tempat perlindungan sementara di bawah pengawasan Dinas Sosial Sumatera Selatan dan Unit Perlindungan Anak Polda Sumsel.
Namun, di balik keselamatannya, tersisa luka sosial yang dalam — bayi yang baru lahir harus memulai hidupnya sebagai korban kejahatan.
Kombes Johanes menegaskan, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Polisi menduga praktik serupa telah dilakukan beberapa kali dengan modus serupa, bahkan melibatkan calon pembeli dari luar provinsi. “Dugaan kami, jaringan ini bergerak lintas daerah dan memanfaatkan media sosial untuk mencari pembeli,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, Polda Sumsel mencatat tujuh kasus perdagangan bayi serupa. Sebagian besar melibatkan ibu muda berusia di bawah 25 tahun dengan latar belakang ekonomi rendah.
Mereka mudah terjerat bujuk rayu jaringan perdagangan manusia yang memanfaatkan keputusasaan.
Baca Juga: Ternyata Semudah Ini! Cara Daftar Merek Dagang Online untuk UMKM di Sumsel
Tag
Berita Terkait
-
Ternyata Semudah Ini! Cara Daftar Merek Dagang Online untuk UMKM di Sumsel
-
Bayi Lima Hari Dijual di Palembang: Ketika Kemiskinan Mengalahkan Kasih Ibu
-
Pilot atau Dokter Spesialis, Siapa yang Lebih Sultan di Palembang? Hasilnya Bikin Kaget
-
Terungkap! Ini Rata-rata Gaji Fresh Graduate di Palembang Berdasarkan Jurusan Kuliah
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp177 Ribu per Gram, Terparah Sepanjang Sejarah
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Makan Sepuasnya Murah, Ini 7 Restoran All You Can Eat di Palembang di Bawah Rp150 Ribu
-
Warga Empat Lawang Nikmati Fasilitas Baru dari CSR Bank Sumsel Babel di Hari Jadi Kabupaten
-
Martabak HAR vs Terang Bulan di Palembang: 7 Alasan Duel Kuliner Malam Ini Tak Pernah Mati
-
5 Tempat Makan Burgo dan Celimpungan Terenak di Palembang, Banyak yang Tak Punya Nama
-
Tak Mau Cuma Jual Mentah, BI Sumsel Siapkan Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah