- PT Bukit Asam (PTBA) meluncurkan lima unit Reverse Vending Machine (RVM) untuk mendorong ekonomi sirkular pengelolaan sampah plastik.
- Program "Sampah Jadi Berkah, Botol Jadi Rupiah" ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung penilaian PROPER perusahaan.
- Mesin RVM mengonversi botol plastik bekas yang dimasukkan menjadi poin digital yang dapat diklaim melalui akun pengguna.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PT Bukit Asam atau PTBA) terus memperkuat komitmennya sebagai perusahaan energi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM), mesin yang memungkinkan botol plastik bekas ditukar menjadi poin yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi.
Peluncuran mesin tersebut merupakan bagian dari kampanye “Sampah Jadi Berkah, Botol Jadi Rupiah” yang bertujuan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui teknologi pengelolaan sampah berbasis digital.
General Services Dept. Head PTBA Renny Tri Miranti mengatakan program RVM menjadi salah satu inovasi perusahaan dalam mengelola sampah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan karyawan maupun masyarakat.
“Program RVM bukan sekadar fasilitas pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi wujud komitmen PTBA dalam mendukung penilaian **Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) serta pelaporan keberlanjutan perusahaan,” ujar Renny.
Saat ini, PTBA telah menyiapkan lima unit Reverse Vending Machine yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, antara lain area perkantoran tambang dan non-tambang PTBA, kawasan Perumahan Tanah Putih, serta beberapa fasilitas umum lainnya.
Melalui sistem pemilahan sampah dari sumbernya, perusahaan mengajak karyawan dan masyarakat untuk membangun perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Setiap botol plastik yang dimasukkan ke dalam mesin akan tercatat secara digital dan secara otomatis dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam menjaga lingkungan.
Cara penggunaan mesin ini cukup sederhana. Pengguna hanya perlu memastikan botol plastik dalam kondisi kosong, tidak berisi cairan, serta label botol masih menempel agar dapat dikenali oleh sistem.
Setelah itu, pengguna menekan tombol mulai pada layar mesin dan memasukkan botol plastik satu per satu ke dalam lubang penerimaan. Mesin akan melakukan pemindaian dan identifikasi secara otomatis. Jika lampu indikator berwarna hijau, berarti botol telah diterima oleh sistem.
Setiap botol yang diterima akan langsung dihitung oleh mesin yang dilengkapi sistem konversi poin otomatis. Setelah selesai, pengguna dapat menekan tombol ambil poin dan memindai QR Code pada layar menggunakan akun Plasticpay. Poin yang diperoleh akan langsung masuk ke akun pengguna.
Baca Juga: Setelah Meja Biliar Disorot, Ini Sederet Anggaran Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Berbiaya Mewah
Seluruh botol plastik yang disetorkan melalui mesin RVM akan tercatat dalam sistem sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengurangan sampah plastik. Data tersebut tersimpan secara transparan dan dapat ditelusuri sebagai bagian dari dampak lingkungan yang terukur.
Selanjutnya, plastik yang terkumpul melalui mesin tersebut akan diproses melalui sistem daur ulang yang terukur dan bertanggung jawab. Material hasil daur ulang dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai guna untuk kebutuhan sehari-hari.
Melalui inisiatif ini, PTBA berharap setiap botol yang ditukarkan dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik di area operasional perusahaan sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan.
“PTBA mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk menjadi bagian dari pionir teknologi masa depan dalam pengelolaan sampah yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan,” kata Renny.
Berita Terkait
-
Ramadan Berkah HUT ke-45 PTBA, Kertapati Port Bagikan 4.180 Paket Sembako untuk Warga Ring 1
-
Panen Padi Kalium Humat Jadi Bukti Hilirisasi Batubara Menguatkan Ketahanan Pangan
-
45 Tahun PTBA: Perkuat Komitmen Kelestarian Lingkungan dan Keselamatan Kerja
-
45 Tahun PTBA, Ribuan Kantong Darah Terkumpul: Energi Kebaikan Mengalir untuk Sesama
-
45 Tahun PTBA: Dari Jantung Tanjung Enim, Transformasi Energi dan Sinergi untuk Negeri Terus Menguat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang
-
Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya
-
Setelah Lampung Viral, Warga Banyuasin Juga Patungan Hampir Rp1 Miliar Demi Jalan Rusak
-
BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Peran Danantara dalam Mendorong Ekonomi Nasional