-
Huang Guowei, sopir truk di Kuala Lumpur, menyerahkan tiga anaknya ke panti asuhan karena tak mampu membiayai hidup.
-
Ia hanya makan seadanya demi menghemat untuk anak-anaknya, tapi tetap tak mencukupi.
-
Kisahnya viral dan mengundang empati warganet yang berharap keluarga itu bisa berkumpul kembali.
SuaraSumsel.id - Di sebuah panti asuhan kecil di pinggiran Kuala Lumpur, seorang ayah tampak berdiri lama di depan gerbang.
Matanya sembab, bibirnya bergetar, dan suaranya tercekat saat mengucapkan kata perpisahan kepada tiga buah hati yang paling ia cintai.
Ia adalah Huang Guowei, seorang ayah tunggal yang terpaksa menyerahkan ketiga anaknya ke panti asuhan karena tak lagi sanggup menanggung biaya hidup.
“Saya Hanya Ingin Mereka Bisa Makan dan Sekolah”
Huang bekerja sebagai sopir truk di perusahaan konstruksi di Kuala Lumpur. Setelah bercerai dengan istrinya yang berasal dari Vietnam, ia memperoleh hak asuh penuh atas anak-anaknya.
Sejak itu, kehidupannya berubah total. Ia harus menjadi ayah sekaligus ibu, berjuang sendirian menghidupi keluarga kecilnya di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.
“Saya hanya ingin mereka makan cukup dan bisa sekolah… tapi saya tak sanggup lagi,” kata Huang dengan suara parau, menunduk menahan tangis.
Setiap hari, Huang berangkat kerja sejak pagi buta dan pulang larut malam.
Ia berusaha menghemat sekuat tenaga: secangkir kopi untuk sarapan, sepotong roti untuk makan siang, dan sepiring nasi sederhana untuk makan malam.
Namun, gaji sopir truk yang pas-pasan tak mampu menutup kebutuhan tiga anak yang mulai beranjak sekolah.
Tagihan sewa rumah, uang sekolah, dan biaya makan perlahan membuatnya terdesak.
Baca Juga: Viral Pemuda Nyamar Jadi Perempuan demi Masuk Asrama Unsri, Akhirnya Ketahuan
“Saya sudah coba bertahan, tapi kalau terus begini, mereka justru akan kekurangan,” ujarnya lirih.
Hari itu, suasana panti asuhan menjadi saksi keputusan terberat dalam hidup Huang. Ia memeluk anak-anaknya satu per satu, mencium kening mereka dengan tangan yang bergetar.
Ketiga anaknya, yang masih kecil, belum sepenuhnya mengerti arti perpisahan itu.
“Nanti ayah jemput ya… tunggu ayah,” ucapnya pelan, sebelum air matanya pecah di pelukan sang putri bungsu.
Petugas panti mencoba menenangkan Huang, namun ia tak sanggup beranjak. Beberapa menit kemudian, dengan langkah berat, ia meninggalkan halaman panti — menatap sekali lagi anak-anaknya yang melambai dari balik pagar.
Kisah Huang menyebar luas di media sosial Malaysia dan menimbulkan gelombang empati.
Banyak warganet mengaku tak kuasa menahan air mata, terutama saat melihat foto dirinya menunduk di depan gerbang panti asuhan.
“Ayah yang luar biasa, meski berat, dia tetap memikirkan masa depan anaknya.”
Berita Terkait
-
Halaman Kosong Disulap Jadi Lapangan Badminton, Alasannya Bikin Nangis: 'Agar Ibu Tak Kesepian!'
-
Mulai 13 September, Palembang Kini Punya Rute Langsung ke Malaysia Bersama Malindo Air
-
Gak Nyangka! Tiket Perdana AirAsia dari Palembang ke Kuala Lumpur Ludes Terjual
-
Liburan ke Luar Negeri Bajet Rp5 Juta, Emang Bisa? Ini Tips dan Triknya
-
Cara Mudah Terbang dari Palembang ke Kuala Lumpur, Cuma 1,5 Jam! Tiket Mulai Rp500 Ribuan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Banjir Berulang di Palembang, Benarkah 114 Anak Sungai Tak Lagi Mampu Menampung Air?
-
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Warga Pagaralam, Akses Layanan Kesehatan Kian Mudah
-
8 Cara Bikin Rumah di Palembang Tetap Sejuk Meski Cuaca Lagi Panas-Panasnya
-
Denda Buang Sampah Rp500 Ribu di Palembang Mulai Diberlakukan Mei, Mampukah Bikin Warga Kapok?