-
Veni Zeliana, guru honorer di SMAN 9 Palembang, mengaku menjadi korban dugaan diskriminasi dan intimidasi di tempatnya mengajar.
-
Ia tidak diusulkan mengikuti seleksi PPPK meski telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan.
-
Veni berharap Dinas Pendidikan Sumatera Selatan memberikan perhatian agar guru honorer lain tidak mengalami nasib serupa.
SuaraSumsel.id - Nasib pilu dialami seorang guru honorer di Palembang, Sumatera Selatan. Veni Zeliana, S.S., P.d, yang telah mengabdikan diri di SMAN 9 Palembang selama hampir tiga tahun, mengaku menjadi korban dugaan diskriminasi dan intimidasi di tempatnya bekerja.
Alih-alih mendapat dukungan untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Veni justru menerima tekanan untuk mengundurkan diri. Kisahnya mencuat ke publik setelah ia menceritakan pengalaman pahit itu kepada awak media, Jumat (3/10/2025).
“Saya sudah mengajar sejarah tingkat lanjut di kelas XI. Namun sejak tahun lalu, mata pelajaran itu tiba-tiba dihapus dari daftar paket sekolah. Katanya cukup diampu tiga guru ASN yang sudah ada dan peminatnya sedikit. Padahal siswa-siswa saya sangat antusias,” tutur Veni dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Veni, keputusan itu tidak hanya membuatnya kehilangan jam mengajar, tapi juga memupus harapan untuk mendapatkan status kepegawaian yang lebih layak. Ia mengaku telah memenuhi seluruh persyaratan untuk ikut seleksi PPPK tahap dua tahun 2024, namun namanya tidak diusulkan oleh pihak sekolah.
“Semua syarat saya penuhi. Tapi nama saya tidak dimasukkan ke daftar peserta. Saya sudah coba klarifikasi, malah dipingpong ke sana kemari tanpa jawaban jelas. Alasan mereka berubah-ubah. Saya merasa diperlakukan tidak adil,” ujarnya dengan suara bergetar.
Veni menambahkan, upayanya mencari keadilan belum membuahkan hasil. Ia berharap ada perhatian dari Dinas Pendidikan Sumatera Selatan dan pihak terkait agar kasus serupa tidak terulang pada guru-guru honorer lain.
“Saya hanya ingin diperlakukan adil. Kami para honorer juga punya semangat dan pengabdian yang sama. Tidak seharusnya kami disingkirkan hanya karena status kami bukan ASN,” kata Veni.
Kasus ini memantik simpati publik, terutama dari kalangan tenaga pendidik di Palembang yang menilai perlakuan terhadap Veni mencerminkan masih kuatnya ketimpangan di dunia pendidikan, terutama bagi guru non-ASN yang sudah lama mengabdi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 9 Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan diskriminasi yang dialami Veni. Namun, publik berharap pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan turun tangan untuk memastikan keadilan bagi para guru honorer yang telah lama berjuang di dunia pendidikan.
Baca Juga: Suasana Panik di Tengah Kota: Butik dan Kafe di Palembang Ludes Akibat Tabung Gas Meledak
Berita Terkait
-
Suasana Panik di Tengah Kota: Butik dan Kafe di Palembang Ludes Akibat Tabung Gas Meledak
-
Kasih Sayang yang Berujung Luka: IRT Dipukul Suami Karena Beri Makan Kucing Kelaparan
-
Alex Noerdin dan Harnojoyo Bakal Disidang dalam Kasus Korupsi Pasar Cinde Rp137 Miliar
-
44 Pasangan Pengantin di Palembang Ikut Nikah Massal, Dapat Buku Nikah dan Resepsi Meriah
-
Ikan Mati Massal di Sungai Musi, Warga Sebut Limbah PT Pusri Diduga Penyebabnya
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jangan Lewatkan! Kompetisi Jurnalistik dan Video Konten Bank Sumsel Babel 2026 Segera Ditutup
-
SMBR Tebar Berkah Idul Adha, 17 Sapi Kurban Disalurkan untuk Warga Ring 1
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola