Tasmalinda
Selasa, 24 Februari 2026 | 18:17 WIB
nasabah bank Jambi ngaku hilang Rp 24,5 juta
Baca 10 detik
  • Seorang nasabah Bank 9 Jambi kehilangan dana Rp24,6 juta setelah mengakses mobile banking yang mengalami gangguan sistem.
  • OJK Jambi meminta audit forensik menyeluruh dilakukan untuk memastikan keamanan dana nasabah di tengah penonaktifan layanan digital.
  • Layanan transaksi langsung di kantor cabang Bank 9 Jambi tetap beroperasi normal meskipun ada keresahan publik atas isu ini.

SuaraSumsel.id - Dugaan pengurangan saldo kembali menjadi sorotan publik. Seorang nasabah Bank 9 Jambi mengaku kehilangan dana sebesar Rp24,6 juta dari rekeningnya setelah layanan mobile banking tidak bisa diakses. Pengakuan itu disampaikan melalui video yang kini viral di media sosial dan ramai diperbincangkan warganet.

Dalam video tersebut, nasabah menyebut awalnya hanya mengalami kesulitan login aplikasi mobile banking. Karena merasa ada yang tidak beres, ia mendatangi kantor bank untuk melakukan pengecekan langsung. Hasilnya, ia mengaku mendapati saldo rekeningnya berkurang hingga puluhan juta rupiah.

Kejadian ini mencuat di tengah penonaktifan sementara sejumlah layanan digital Bank 9 Jambi sebagai bagian dari proses audit dan investigasi sistem.

Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi memastikan pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap proses penyelesaian yang dilakukan Bank Jambi.

Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menyatakan bahwa OJK telah meminta manajemen bank melakukan audit forensik dan investigasi menyeluruh guna memastikan keamanan sistem serta perlindungan dana nasabah.

OJK juga memastikan mekanisme penanganan pengaduan nasabah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Regulator terus berkoordinasi dengan manajemen bank untuk memastikan layanan dapat segera normal kembali dan hak nasabah tetap terjaga.

Meski terjadi gangguan layanan, OJK menyebut secara fundamental kondisi Bank Jambi tetap terjaga dari sisi likuiditas dan solvabilitas. Namun pengawasan akan terus dilakukan hingga proses investigasi selesai.

Seperti diketahui, mobile banking dan sejumlah kanal digital Bank 9 Jambi untuk sementara tidak dapat diakses. Langkah ini disebut sebagai bagian dari prosedur teknis guna memperkuat sistem dan mencegah potensi gangguan lanjutan.

Meski demikian, layanan transaksi langsung di kantor cabang tetap berjalan.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Jambi 23 Februari 2026 Hari Ini: Catat Waktu Magrib & Salat Isya

Situasi ini membuat sebagian nasabah resah, terlebih kasus pengakuan kehilangan saldo kini sudah menyebar luas di media sosial.

Video viral tersebut memicu berbagai spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak warganet meminta penjelasan terbuka terkait penyebab gangguan sistem dan dugaan pengurangan saldo.

Kasus ini menjadi ujian penting bagi manajemen bank dalam menjaga kepercayaan publik, sekaligus menguji efektivitas pengawasan regulator dalam melindungi konsumen.

Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung. Publik menanti hasil audit forensik dan klarifikasi resmi untuk memastikan apakah dugaan tersebut disebabkan gangguan teknis, kesalahan sistem, atau faktor lainnya.

Perkembangan selanjutnya masih ditunggu.

Load More