- Meski sudah divonis dalam kasus korupsi sebelumnya, mantan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA), kembali dipanggil KPK sebagai saksi.
- Selain DRA, KPK juga memanggil empat saksi lain yang diduga mengetahui detail proyek.
- Langkah KPK ini memunculkan spekulasi publik
SuaraSumsel.id - Mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) kembali dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski sudah divonis dalam kasus korupsi sebelumnya, kali ini DRA hadir sebagai saksi untuk perkara lain yang masih bergulir: dugaan korupsi proyek peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Pemeriksaan bertempat di Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan atas nama DRA, Bupati Musi Banyuasin periode 2017–2022,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Tidak hanya DRA, KPK juga memanggil empat saksi lain yang diduga mengetahui detail proyek tersebut. Mereka adalah Herman Mayori (mantan Kepala Dinas PUPR Muba), Robby Candra (ASN Pemkab Muba), Senapan Budiono (Manajer PBK PT Istaka Karya, 2018), serta KR yang merupakan admin PT Conbloc Infratecno tahun 2018.
Langkah KPK ini berawal dari penggeledahan pada 4 Maret 2025 di kantor Dinas PUPR dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Muba.
Saat itu, penyidik mendalami dugaan praktik korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Tebing Bulang KM 11 Jirak–Jembatan Gantung–Talang Simpang–Simpang Rukun Rahayu–Mekar Jaya.
Meski penggeledahan berlangsung intensif, KPK menegaskan belum ada tersangka yang ditetapkan karena penyidikan masih menggunakan sprindik umum.
Pemanggilan kembali DRA menimbulkan spekulasi bahwa KPK tengah menelusuri babak baru kasus korupsi Muba yang selama ini dikenal penuh intrik.
Publik pun menanti: apakah ini hanya penguatan bukti lama, atau justru pintu masuk untuk membongkar jaringan korupsi yang lebih luas?
Baca Juga: 'Buka Maskermu, Aku Mau Lihat!' Viral Detik-detik Dokter RSUD Sekayu Diintimidasi Keluarga Pasien
Berita Terkait
-
'Buka Maskermu, Aku Mau Lihat!' Viral Detik-detik Dokter RSUD Sekayu Diintimidasi Keluarga Pasien
-
6 Sumur Minyak Terbakar di Lahan PT Hindoli, Korban Luka, Siapa Biangnya?
-
Puluhan Ribu Sumur Minyak Rakyat di Sumsel Bakal Legal, Daerah Dapat Berapa? Ini Bocorannya
-
Baru Pulang dari Tanah Suci, Ini Kronologi Bus Umrah Terguling di Muba Tewaskan 4 Orang
-
Baru Pulang Umrah, Bus Rombongan Terguling di Muba: 4 Tewas, 10 Luka, Ini 7 Faktanya
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Blackout Sumatra Nyaris Makan Korban, Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Kampus
-
Apa Itu Obligasi Daerah? Skema yang Ingin Diterapkan Herman Deru di Sumsel
-
CFD Palembang Kian Ramai Setiap Pekan, Benarkah Masih Nyaman untuk Olahraga?
-
Nasabah Bank Sumsel Babel Kini Makin Aman, BSB Gandeng Polda Sumsel Cegah Kejahatan Perbankan