- Bambang Ridwansyah, mantan balon Bupati Muara Enim, melaporkan rekannya, MRH, ke polisi
- Kasus ini bermula pada Juli 2024, saat Bambang bertemu MRH di Palembang, yang menawarkan jalur rekomendasi partai.
- Kasus ini menyoroti praktik gelap politik lokal, di mana janji dukungan partai dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi.
SuaraSumsel.id - Dunia politik Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan kembali diguncang oleh sebuah kasus dugaan penipuan yang melibatkan dua bakal calon kepala daerah. Bambang Ridwansyah (61), mantan bakal calon Bupati Muara Enim periode 2024–2029, melaporkan rekannya, MRH, yang sebelumnya direncanakan menjadi calon wakil bupati, ke Polres Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana politik sebesar Rp850 juta.
Menurut Bambang, kasus ini bermula pada 13 Juli 2024, ketika ia bertemu dengan MRH di sebuah hotel di Palembang. Dalam pertemuan tersebut, MRH menawarkan "jalur rekomendasi" dari salah satu partai politik besar agar pencalonannya sebagai bupati dapat berjalan mulus.
Empat hari kemudian, pada 17 Juli 2024, Bambang bersama keluarga berangkat ke Jakarta. Malam itu, MRH meminta dana sebesar Rp300 juta dengan alasan sebagai syarat agar rekomendasi partai segera keluar. Bambang yang merasa percaya dengan janji tersebut, mentransfer uang tersebut ke rekening MRH.
Namun, permintaan dana tidak berhenti di situ. MRH kemudian mengaku perlu dana tambahan sebesar Rp500 juta dengan alasan untuk mencairkan dana dari salah satu donatur pencalonan mereka. Bambang pun kembali meminjam uang dari rekannya, Abu Tholib, untuk memenuhi permintaan tersebut. Total dana yang diserahkan kepada MRH mencapai Rp850 juta.
Namun, hingga masa pencalonan berakhir, rekomendasi dari partai yang dijanjikan tidak kunjung keluar. Begitu pula dengan dana dari donatur yang tidak pernah cair. Bambang merasa tertipu dan melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jaya pada pertengahan Mei 2025.
Bambang menunjukkan bukti-bukti berupa foto cek senilai Rp3,5 miliar yang pernah dikirimkan oleh MRH sebagai jaminan. Namun, setelah dikonfirmasi, cek tersebut diduga tidak memiliki dana yang mencukupi. Bambang juga mengungkapkan bahwa uang yang diserahkan kepada MRH bukan hanya miliknya, tetapi juga merupakan pinjaman dari rekannya, Abu Tholib.
Bambang berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini agar keadilan dapat ditegakkan. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan, terutama dalam dunia politik yang seharusnya menjunjung tinggi integritas dan kepercayaan publik.
Kasus ini menyoroti sisi gelap politik lokal, di mana janji-janji dukungan partai sering dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi. Publik pun mempertanyakan mekanisme pengawasan dana kampanye dan integritas para calon kepala daerah. Pakar politik menyarankan agar calon kepala daerah lebih berhati-hati dalam melakukan kerja sama politik yang melibatkan dana pribadi atau pinjaman.
Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai janji-janji politik dan pentingnya transparansi dalam proses pencalonan kepala daerah.
Baca Juga: Rute Baru Angkutan Batu Bara di Sumsel, Sungai Lematang Jadi Jalur Emas dari Tambang ke Musi
Tag
Berita Terkait
-
Rute Baru Angkutan Batu Bara di Sumsel, Sungai Lematang Jadi Jalur Emas dari Tambang ke Musi
-
Truk Batu Bara Baru Dilarang Lewat Jalan Umum Mulai 2026, Apa yang Ditunggu?
-
PTBA Pastikan Proyek CHF TLS 6 & 7 Tuntas Secara Berkeadilan, Ini Komitmennya
-
Pelestari Tunggu Tubang, Penjaga Adat dan Harapan Pangan Berkelanjutan di Sumatera Selatan
-
Ironi PLTU Sumsel 1: Kebun Sawit Warga Digusur, Ganti Rugi Tak Masuk Akal
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati