SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), anggota holding BUMN Pertambangan MIND ID, kembali menunjukkan komitmennya pada masa depan energi bersih.
Kali ini, lewat program Bukit Asam Social Impact Competition (BASIC), PTBA mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk unjuk ide dan aksi nyata demi menciptakan solusi lokal yang berkelanjutan.
BASIC bukan sekadar kompetisi.
Program ini menjadi panggung bagi inovator lokal, akademisi, komunitas, hingga lembaga sosial yang memiliki ide kreatif, teknologi mutakhir, atau terobosan sederhana namun berdampak besar.
Fokusnya jelas, menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dan transformatif, dimulai dari lingkup komunitas hingga memberi resonansi nasional.
“Keberlanjutan bukan hanya slogan, tapi gerakan bersama. Kami percaya bahwa perubahan besar lahir dari komunitas yang memiliki semangat untuk berinovasi,” tegas Corporate Secretary, Niko Chandra.
Dengan dukungan pendanaan, bimbingan, dan jaringan kolaborasi, BASIC membuka kesempatan bagi ide-ide yang selama ini hanya tersimpan di kepala untuk menjadi aksi nyata yang mengubah kehidupan banyak orang.
Bagi PTBA, inilah langkah konkrit mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan.
Sejak resmi dibuka pada 18 Juli 2025, Bukit Asam Social Impact Competition (BASIC) menegaskan fokusnya pada tiga pilar perubahan yakni pendidikan inklusif, penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat (wellbeing), serta perlindungan lingkungan dan alam (nature).
Baca Juga: PTBA Pastikan Proyek CHF TLS 6 & 7 Tuntas Secara Berkeadilan, Ini Komitmennya
Tiga pilar ini menjadi arah utama bagi setiap ide dan aksi yang diajukan, memastikan proyek yang lahir benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan.
BASIC menghadirkan dua jalur kompetisi yang dapat dipilih peserta.
Pertama, Kategori Ide Konseptual, yang membuka ruang bagi gagasan segar atau konsep proyek sosial yang belum pernah dijalankan, namun memiliki potensi besar untuk diimplementasikan.
Kedua, Kategori Implementasi Proyek, yang ditujukan bagi program atau inisiatif yang sudah berjalan dan ingin dikembangkan skalanya.
Dalam kedua kategori ini, peserta dapat mengajukan proposal lengkap beserta kebutuhan pendanaan, yang nantinya akan dipertimbangkan untuk direalisasikan bersama PTBA.
Selanjutnya pada kategori implementasi proyek, proposal sudah harus memiliki rintisan usaha proyek lebih dari 1 (satu) tahun.
Berita Terkait
-
PTBA Pastikan Proyek CHF TLS 6 & 7 Tuntas Secara Berkeadilan, Ini Komitmennya
-
Marching Band Bukit Asam Juara Lagi, Ini Prestasi yang Bikin Bangga Sumsel
-
Bukti Nyata Jaga Lingkungan, Bukit Asam Gelar Susur Sungai & Workshop Ending Plastic Pollution
-
Prestasi Gemilang, PTBA Raih Penghargaan Tempat Kerja Terbaik se-Asia
-
Perkuat Transisi Energi, Bukit Asam (PTBA) Hadirkan PLTS di Kawasan Industri Cilegon
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang