Saat akselerasi, kamu merasakan entakan atau suara ‘jedug’ yang cukup kasar setiap kali transmisi berpindah gigi. Rasanya tidak mulus dan bikin tidak nyaman. Ini bukan karena jalannya yang jelek, ya!
Masalah ini bisa disebabkan oleh kualitas oli transmisi yang sudah buruk, kotor, atau volumenya kurang.[3] Penyebab lainnya yang lebih serius adalah kerusakan pada komponen internal seperti body valve atau solenoid.
Kenapa ini jebakan? Banyak yang menganggap ini masalah sepele, mungkin cuma perlu ganti oli.
Padahal, jika didiamkan, kerusakan bisa merembet ke komponen lain yang lebih mahal. Penjual mungkin akan bilang, "Ah, ini biasa, tinggal ganti oli matik juga beres." Jangan langsung percaya!
3. Masalah Body Valve
Ganti oli matik mungkin hanya ratusan ribu. Tapi kalau masalahnya ada di body valve, siapkan dana minimal Rp 2 juta hingga Rp 5 jutaan. Kalau harus ganti satu set girboks? Angkanya bisa puluhan juta.
Kamu menemukan city car idaman dengan tahun yang cukup tua, tapi odometernya baru menunjukkan angka 50.000 km.
Terlihat sangat menggiurkan! Eits, tunggu dulu. Odometer rendah bukan jaminan kondisi mobil prima, apalagi jika itu hasil rekayasa.
Kenapa ini jebakan? Mobil yang sering dipakai di kota besar seperti Jakarta cenderung punya jam kerja mesin yang tinggi meski jarak tempuhnya pendek (karena macet).
Baca Juga: 3 Mobil Bekas Stylish dan Fungsional yang Cocok Banget untuk Wanita Karir Aktif
Transmisi matik bekerja ekstra keras dalam kondisi stop-and-go. Odometer yang diputar ulang bertujuan menyembunyikan ‘jam terbang’ asli mobil tersebut, yang artinya transmisi dan mesinnya sudah lebih ‘lelah’ dari yang terlihat.
Cara Cek: Jangan hanya lihat angka di dasbor.
Cek kondisi fisik interior. Apakah setir, pedal rem, dan jok pengemudi sudah terlihat sangat aus? Jika iya, besar kemungkinan odometernya sudah tidak asli. Minta juga buku servis untuk memverifikasi riwayatnya.
4. Bodi Mulus Kinclong, Bekas Tabrak Tersembunyi</H2>
Siapa yang tidak tergiur melihat mobil bekas dengan cat mulus tanpa lecet sedikit pun? Tapi, penampilan luar yang sempurna bisa jadi menutupi ‘luka’ di dalam. Mobil bekas tabrakan, terutama di bagian depan, punya risiko tinggi mengalami kerusakan pada radiator, kondensor AC, hingga dudukan mesin dan transmisi.
Kenapa ini jebakan? Perbaikan bodi yang tidak sempurna dapat menyisakan masalah.
Tag
Berita Terkait
-
3 Mobil Bekas Stylish dan Fungsional yang Cocok Banget untuk Wanita Karir Aktif
-
Dulu Diremehkan, Sekarang Diburu: Ini Alasan Chevrolet Spin Bekas Jadi Incaran Baru
-
Beli Mobil Bekas: Lebih Untung Cash atau Kredit? Ini Jawaban yang Harus Anda Tahu
-
Bujet Pas-pasan? Ini 5 Mobil Bekas Terbaik untuk Keluarga Muda di 2025
-
Masih Layak Beli Honda Jazz GK5 Bekas di 2025? Ini Review Lengkapnya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kasus Dokter Myta, Polisi Tunggu Hasil Investigasi Kemenkes untuk Tentukan Langkah Hukum
-
Benarkah 5 Pegawai Dishub Palembang Dipecat Usai Ribut Razia Ilegal? Ratu Dewa Buka Suara
-
Harga BBM di Palembang Tembus Rp24 Ribu per Liter, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik
-
4 Tahun Dibohongi, Dokter di Palembang Baru Tahu Suaminya Punya 2 Identitas, Aset Rp1 Miliar Raib
-
Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju