SuaraSumsel.id - Coba perhatikan sekelilingmu saat berada di kafe, mal, atau kampus.
Bisa jadi kamu akan melihat setidaknya satu, dua, atau bahkan puluhan pasang Adidas Samba.
Fenomena "Samba-mania" memang luar biasa, namun popularitas masif seringkali datang dengan tampak seragam.
Bagi para milenial dan Gen Z yang mendefinisikan gaya sebagai bentuk ekspresi diri, tampil beda adalah sebuah keharusan.
Kabar baiknya, arsip Adidas adalah harta karun yang menyimpan banyak siluet klasik yang tak kalah memesona dari Samba, namun dengan sentuhan eksklusivitas karena belum "meledak" di pasaran.
Jika kamu lelah menjadi bagian dari kerumunan dan ingin selangkah lebih maju dalam permainan gaya, inilah 5 model Adidas "underrated" yang wajib kamu pertimbangkan.
1. Adidas Spezial: Pesona Kultur 'Terrace' yang Sofistikasi
Sebelum Samba mendominasi feed Instagram, Spezial sudah menjadi favorit di kalangan penggemar kultur terrace di Eropa.
Lahir pada tahun 1979 untuk para pemain handball profesional, sepatu ini menawarkan semua yang kamu sukai dari Samba—siluet ramping dan sol karet—namun dengan karakter yang lebih kuat.
Baca Juga: Adidas Adios Pro 4: Sepatu Karbon Terbaru yang Siap Bantu Kamu Pecahkan Rekor Lari
Upper berbahan suede premium yang mewah dan pilihan warna yang lebih berani membuatnya terasa lebih "dewasa" dan sengaja dipilih, bukan sekadar ikut tren.
Kenapa ini pilihan cerdas? Spezial memberikan vibe retro yang sama, namun dengan aura "jika kamu tahu, maka kamu tahu" yang tak ternilai.
Sempurna untuk gaya blokecore atau dipadukan dengan celana bahan untuk sentuhan smart-casual.
2. Adidas SL 72: Sang Pelari Ringan yang Siap Menyusul
SL 72 adalah singkatan dari "Super Light 1972", diperkenalkan untuk para atlet di Olimpiade Munich. Kini, ia bangkit kembali sebagai pesaing serius di arena lifestyle.
Dengan kombinasi material nilon dan suede, SL 72 terasa jauh lebih ringan dan ramping di kaki dibandingkan Samba.
Desainnya yang terinspirasi dari sepatu lari memberikannya bentuk yang lebih aerodinamis dan sporty, menjadikannya pilihan ideal untuk gaya hidup aktif.
Kenapa ini pilihan cerdas? Ia menawarkan estetika retro 70-an yang otentik dengan kenyamanan superior. Saat orang lain masih terpaku pada siluet sepak bola, kamu sudah melesat dengan gaya pelari klasik.
3. Adidas Tobacco Gruen: Relaks dan Berkelas
Jika kamu mencari alternatif yang lebih santai dan minimalis, Adidas Tobacco adalah jawabannya. Nama "Tobacco" merujuk pada warna dan tekstur suedenya yang kaya, sementara "Gruen" (hijau dalam bahasa Jerman) menandakan komitmennya pada material daur ulang.
Sepatu ini memiliki aura yang kalem dan bersahaja. Desainnya yang bersih tanpa banyak ornamen membuatnya sangat serbaguna.
Kenapa ini pilihan cerdas? Ini adalah antitesis dari sepatu hypebeast. Memakai Tobacco menunjukkan selera yang matang dan apresiasi terhadap detail halus, bukan logo yang mencolok.
4. Adidas Jeans: Diciptakan untuk Denim
Sesuai namanya, model yang dirilis pertama kali pada 1976 ini memang dirancang khusus untuk menjadi pasangan sempurna celana jeans.
Yang membedakannya adalah konstruksi T-toe overlay yang khas dan desain solnya yang unik. Adidas Jeans seringkali hadir dalam skema warna yang lebih berani, menjadikannya statement piece yang tidak berlebihan.
Kenapa ini pilihan cerdas? Ia memiliki cerita dan tujuan desain yang jelas. Saat orang lain kesulitan mencari padanan Samba, kamu sudah punya sepatu yang secara harfiah diciptakan untuk melengkapi outfit kasual andalanmu.
5. Adidas London: Permata dari "City Series"
Adidas London adalah bagian dari "City Series" legendaris yang sangat dihormati oleh para kolektor. Meskipun bukan model yang diproduksi massal secara terus-menerus, kemunculannya kembali selalu dinanti.
Biasanya hadir dalam balutan suede merah menyala dengan strip hitam, sepatu ini adalah definisi dari gaya klasik Inggris. Siluetnya yang sederhana dan tajam memancarkan kepercayaan diri.
Kenapa ini pilihan cerdas? Memakai Adidas London adalah cara untuk menunjukkan pengetahuanmu tentang sejarah sneaker. Kamu tidak hanya memakai sepatu, tetapi juga sepotong warisan budaya yang kaya.
Pada akhirnya, tren datang dan pergi, tetapi gaya sejati bersifat personal dan abadi.
Kelima model di atas membuktikan bahwa Adidas memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan di luar popularitas masif Samba.
Dengan memilih salah satu dari permata tersembunyi ini, kamu tidak hanya mendapatkan sepatu berkualitas dengan sejarah yang kaya, tetapi juga menegaskan identitas gayamu yang unik dan independen.
Jadi, beranikah kamu tampil beda?
Dari kelima model ini, mana yang jadi favoritmu untuk keluar dari 'kerumunan' Samba?
Beri tahu kami di kolom komentar!
Tag
Berita Terkait
-
Adidas Adios Pro 4: Sepatu Karbon Terbaru yang Siap Bantu Kamu Pecahkan Rekor Lari
-
Efek K Pop! Ini Deretan Sepatu yang Dipakai Idol Korea dan Langsung Sold Out
-
Jangan Salah Kostum! 4 Panduan Gaya Adidas Samba untuk Hangout, Kantor dan Acara Formal
-
Adidas NMD Comeback? Mengupas Popularitasnya Dulu dan Relevansinya di 2025
-
Adidas Samba: Dari Lapangan Hijau ke Puncak Tren Fashion, Kenapa Semua Orang Menggilainya?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jejak Karier Bambang Ismawan, Eks Kasum TNI yang Kini Pimpin PTBA
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Masak Tepi Sungai 2026 Digelar di Kampung Perigi, Mengungkap Budaya Kopi Palembang