SuaraSumsel.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali akan melakukan perbaikan besar-besaran pada jaringan pipa air baku yang menyuplai air bersih ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 3 Ilir Palembang.
Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan estimasi durasi perbaikan sekitar 12 jam.
Imbas dari perbaikan ini, ribuan pelanggan akan merasakan penghentian distribusi air bersih di 9 kecamatan.
Bahkan, sebagian pelanggan diperkirakan baru akan mendapatkan aliran air normal dalam waktu 2 x 24 jam setelah perbaikan selesai dilakukan.
Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, Rahmad, menjelaskan bahwa perbaikan ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan tahap pertama yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
Fokus kali ini adalah memperbaiki kebocoran pipa berdiameter 900 ST yang menjadi jalur utama air baku dari Intake Karang Anyar menuju IPA 3 Ilir.
"Kami targetkan perbaikan selesai dalam waktu 12 jam. Namun, untuk distribusi air bersih ke rumah-rumah warga, proses normalisasi bisa memakan waktu hingga dua hari tergantung lokasi. Area yang jauh dari pusat produksi seperti Sungai Lais kemungkinan baru akan mengalir kembali dalam dua hari, sedangkan area tengah seperti Bukit bisa lebih cepat," kata Rahmad saat dikonfirmasi, Senin (16/6/2025).
92 Ribu Pelanggan Terdampak
Diperkirakan sebanyak 92.238 Sambungan Langganan (SL) atau hampir 25 persen dari total pelanggan Tirta Musi akan merasakan dampaknya.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan, Ini Alasan Palembang Jadi Rebutan Generasi Muda Sumsel
Total pelanggan yang terdampak dari pekerjaan perbaikan ini mencapai 92.238 Sambungan Langganan (SL) yang tersebar di berbagai wilayah Kota Palembang.
Pusat gangguan terbesar terjadi di seluruh wilayah Unit Pelayanan 3 Ilir, dengan jumlah pelanggan terdampak mencapai 38.694 SL.
Wilayah ini meliputi Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur II, Ilir Timur III, dan Kecamatan Kemuning. Empat kecamatan tersebut merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas warga yang cukup tinggi, sehingga gangguan air dipastikan akan sangat terasa di sana.
Tak hanya itu, sebanyak 34.050 SL pelanggan yang berada di Sebagian Wilayah Unit Pelayanan Kalidoni juga dipastikan akan terdampak. Area ini mencakup Kecamatan Kalidoni, Ilir Timur II, Sako, dan Sematang Borang.
Wilayah-wilayah ini termasuk kawasan yang berkembang pesat dengan pertumbuhan permukiman dan pusat bisnis yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kebutuhan air bersih harian masyarakat di kawasan ini cukup tinggi.
Gangguan distribusi air juga akan dirasakan oleh 11.517 pelanggan di Sebagian Wilayah Unit Pelayanan Sako Kenten, meliputi Kecamatan Ilir Timur III, Kecamatan Sako, Kecamatan Kalidoni, dan sebagian Wilayah Unit Rambutan.
Tag
Berita Terkait
-
55 Alumni S2 UKB Palembang Gagal Jadi Dosen, Ijazah Dibatalkan Kemendikbudristek
-
Palembang Gelar Pasar Murah 5 Hari Berturut-turut Sambut HUT 1341, Ini Lokasinya
-
Blak-blakan di Palembang, Zulkifli Hasan Ungkap Banyak yang Belum Paham Koperasi Merah Putih
-
Fakta Mengejutkan, Ini Alasan Palembang Jadi Rebutan Generasi Muda Sumsel
-
Waspada! Kasus COVID-19 Kembali Muncul di Palembang, Simak Cara Lindungi Keluarga
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak