Berbeda dengan Kopda Bazarsah, terdakwa Peltu Yun Heri Lubis hanya dijerat Pasal 303 KUHP terkait Tindak Pidana Perjudian. Namun keterlibatannya dalam arena judi tersebut tetap menjadi sorotan.
Yang paling menyayat hati adalah pernyataan dari Sasnia, istri mendiang Iptu Lusiyanto.
Dengan tegas ia menyatakan bahwa keluarga korban tidak dapat menerima permintaan maaf dari terdakwa. Di hadapan majelis hakim, Sasnia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Kami tidak bisa menerima. Kalau bisa dihukum mati. Nyawa dibayar dengan nyawa," ucapnya tegas.
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi citra aparat penegak hukum di Indonesia.
Peristiwa di arena judi sabung ayam tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya batas moral antara penegak hukum yang seharusnya menjaga keamanan dan oknum aparat yang justru terlibat dalam tindak pidana.
Proses persidangan yang masih terus berlangsung menjadi harapan besar bagi keluarga korban dan masyarakat agar keadilan ditegakkan setegas-tegasnya.
Kejadian memilukan ini diharapkan menjadi pelajaran pahit agar aparat penegak hukum dari institusi manapun menjunjung tinggi profesionalisme dan tidak terlibat dalam praktik-praktik melanggar hukum.
Kini, masyarakat menunggu putusan akhir dari Pengadilan Militer I-04 Palembang untuk memastikan para pelaku mendapat hukuman setimpal atas tindakan biadab yang telah merenggut nyawa tiga orang aparat yang sedang menjalankan tugas negara.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan, Ini Alasan Palembang Jadi Rebutan Generasi Muda Sumsel
Berita Terkait
-
Terungkap, Jejak Digital Anggota Brimob Polda Sumsel di Balik Sabung Ayam Maut Way Kanan
-
Judi Sabung Ayam Maut Way Kanan, Anggota Polda Sumsel Ditetapkan Tersangka
-
Dua TNI Serahkan Diri, Peluru Maut di Arena Sabung Ayam Way Kanan Masih Misteri
-
Way Kanan Disebut Wilayah Hitam: Sabung Ayam, Senjata Api dan Tembakan Maut
-
Misteri Anggota di Sabung Ayam Saat 3 Polisi Tewas di Way Kanan, Ini Penjelasan Kodam II Sriwijaya
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan
-
Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Masuk Zona Berbahaya Lagi
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
-
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
-
7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi