SuaraSumsel.id - Di tengah riuh Pasar Tanjung Enim yang tak pernah benar-benar sunyi, Rahimin melangkah tanpa seragam, tanpa papan nama, tapi dengan tekad yang tak kalah teguh dari siapa pun.
Usianya 26 tahun, namun hidup telah membentuknya jadi pekerja segala rupa—kadang tukang ojek, kadang tukang parkir, kadang apa saja yang bisa membawa pulang sedikit rezeki untuk keluarganya.
Di antara debu jalanan dan peluh yang menetes, Rahimin mengukir kisah perjuangan dalam diam, tanpa banyak kata, tapi penuh makna.
Satu dekade lalu, impian Rahimin untuk menyelesaikan pendidikan SMA terpaksa pupus karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Namun, di balik kerasnya kehidupan, ia menyimpan cita-cita besar untuk mengubah nasib dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.
Di antara lelah dan rutinitas yang tak menentu, secercah harapan tiba-tiba menyapa Rahimin lewat layar ponsel sederhananya.
Sebuah unggahan di media sosial tentang Program Ayo Sekolah Plus dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang bekerja sama dengan Yayasan Cendikia Unggul, seolah menjadi cahaya di ujung lorong panjang yang selama ini ia tapaki.
Program itu bukan sekadar janji, melainkan jalan nyata menuju pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C—kesempatan langka bagi anak-anak putus sekolah seperti dirinya yang masih menyimpan bara semangat untuk belajar dan memperbaiki nasib.
Melalui program ini, PTBA membantu seluruh biaya pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C supaya lebih mudah diakses oleh anak-anak yang putus sekolah namun dengan semangat untuk belajar.
Dengan nyala asa yang perlahan membesar, Rahimin mantap melangkah mendaftarkan diri ke Program Ayo Sekolah Plus.
Baca Juga: Gubernur Sumsel Ultimatum Pelantikan 3.077 PPPK: Batas Akhir Akhir Juni
Tak disangka, namanya terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa—sebuah kabar yang membuat hatinya bergetar, seolah semesta memberi kesempatan kedua yang selama ini hanya bisa ia harapkan dalam doa-doa malam.
Harapan yang sempat redup kini menyala kembali, menyatu dengan semangatnya untuk menjadi sosok ayah dan suami yang lebih baik. Di balik langkahnya yang tenang, ada tanggung jawab besar: menghidupi istri dan dua anak yang selalu menjadi sumber kekuatan dan alasan untuk terus berjuang.
"Saya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak. Sebagai kepala keluarga, saya ingin penghasilan yang mencukupi kebutuhan rumah tangga," kata Rahimin.
Di sela-sela waktunya bekerja serabutan di Pasar Tanjung Enim, kini Rahimin mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Cendikia Unggul. Ini semua dijalani demi masa depan yang lebih baik untuk istri dan kedua buah hatinya.
"Sekarang anak saya sudah dua. Yang paling tua sudah TK, yang kedua baru 6 bulan. Saya ingin masa depan yang lebih baik buat mereka," tegas Rahimin.
Dia bercerita, sulit bagi dirinya untuk mendapatkan pekerjaan tetap. Berbagai lowongan pekerjaan mensyaratkan pendidikan minimal SMA atau sederajat. Setelah lulus pendidikan kesetaraan Paket C ini, Rahimin berharap bisa memperoleh pekerjaan yang baik.
Berita Terkait
-
Gubernur Sumsel Ultimatum Pelantikan 3.077 PPPK: Batas Akhir Akhir Juni
-
Cek Loker Palembang Hari Ini: CitraGrand City Buka Posisi Strategis di Proyek Konstruksi
-
Kecelakaan Maut di Perlintasan Rel Menanjak Muara Enim, Truk Dihantam Babaranjang
-
Sudah 2 Bulan Jadi Tersangka, Pengusaha Haji Halim Belum Disidang: Ada Apa?
-
Kala Emas Jadi Budaya Investasi, Inflasi Diam-diam Mengintai Palembang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang