- Peresmian Sekretariat FPI Sumsel menandai babak baru organisasi menjadi lebih terbuka, sosial, dan kolaboratif di Palembang.
- Sekretaris Daerah Palembang berharap gedung baru tersebut menjadi wadah kegiatan sosial dan penguatan silaturahmi masyarakat.
- FPI Sumsel berkomitmen membuka gedung sekretariatnya untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial warga sekitar.
SuaraSumsel.id - Peresmian Gedung Sekretariat Front Persaudaraan Islam (FPI) Sumatera Selatan bukan sekadar seremoni. Kehadiran pemerintah kota, tokoh agama, dan ratusan jemaah memunculkan pesan yang lebih dalam yakni FPI menandai babak baru perannya di ruang publik Palembang, menjadi lebih terbuka, sosial, dan kolaboratif.
Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, serta Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq. Antusiasme peserta memperlihatkan momentum penting bagi ormas keagamaan ini untuk menegaskan arah langkah ke depan.
Dalam sambutannya, Aprizal menekankan bahwa gedung sekretariat diharapkan menjadi pusat konsolidasi, penguatan silaturahmi, sekaligus wadah kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Pesan ini memperlihatkan irisan kepentingan antara pemerintah kota dan ormas: merawat harmoni sosial dan ketertiban kota.
“Nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan pembentukan akhlak mulia adalah fondasi penting bagi kehidupan bermasyarakat yang berkeadaban,” ujarnya.
Pernyataan ini menempatkan FPI bukan semata sebagai organisasi internal, melainkan aktor sosial di tengah warga.
Yang paling menyedot perhatian publik adalah komitmen FPI Sumsel membuka gedung sekretariat untuk masyarakat sekitar. Imam Daerah DPD FPI Sumsel, Kyai Besar Habib Umar Abdul Azizi bin Abdurrahman Syahab, menyampaikan bahwa gedung ini dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan dan sosial, bahkan resepsi pernikahan sesuai tuntunan Islam.
Langkah ini memberi sinyal kuat: ruang ormas tak lagi eksklusif, melainkan hadir sebagai fasilitas komunal. Bagi warga Palembang, ini berarti akses ruang sosial baru—dan bagi FPI, ini adalah reposisi citra.
Pemkot Palembang juga menegaskan pintu kolaborasi terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, selama berada dalam koridor peraturan perundang-undangan. Pesan ini menjadi penyeimbang yang penting—inklusif, namun tetap berbingkai hukum.
Di titik inilah makna peresmian gedung menjadi jelas: perjumpaan kepentingan antara stabilitas kota dan partisipasi sosial ormas. Sinergi yang rapi dinilai krusial untuk menjaga suasana aman, damai, dan kondusif.
Baca Juga: BI Ungkap Ekonomi Sumsel Tangguh di Tengah Gejolak Global
Peresmian Gedung FPI Sumsel dapat dibaca sebagai sinyal peran baru—dari konsolidasi internal menuju pelayanan sosial yang lebih nyata. Apakah langkah ini akan konsisten dan berkelanjutan? Publik menunggu jawabannya di lapangan.
Satu hal pasti yakni jika di Palembang, ruang publik kian diwarnai pendekatan inklusif dan kolaboratif. Dan peresmian gedung ini menjadi penanda awal bahwa ormas, pemerintah, dan warga bisa bertemu di satu titik: kemanfaatan bersama.
Berita Terkait
-
Asian Mini Football Championship 2026 Digelar di Palembang, Jakabaring Jadi Arena Utama
-
BI Ungkap Ekonomi Sumsel Tangguh di Tengah Gejolak Global
-
Ziarah Kubro Palembang: Tradisi Wisata Religi Ribuan Jemaah, Sejarah, Makna, dan Daya Tariknya
-
Korupsi Dana PMI Palembang, Fitrianti Agustinda dan Suami Dijatuhi Hukuman 7,5 Tahun Penjara
-
GENsi Digelar di Palembang, Komdigi-Indosat Dorong Anak Muda Hadapi Era Super-Cycle AI
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?