SuaraSumsel.id - Anggapan bahwa menjadi anak pejabat tinggi akan kebal dari praktik pungutan liar (pungli) di ruang publik ternyata hanyalah ilusi belaka.
Di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kenyataan pahit justru dialami oleh putra kandung Wali Kota H. Ratu Dewa sendiri.
Sebuah insiden memalukan sekaligus menyedihkan terjadi ketika sang anak wali kota yang sedang menikmati suasana santai di kawasan wisata Palembang justru menjadi korban pungli parkir sebesar Rp 20 ribu.
Ironisnya, embel-embel "anak wali kota" sama sekali tak berpengaruh pada oknum pelaku pungli. Tanpa diskon, tanpa basa-basi, yang ada hanyalah kewajiban membayar tanpa memandang status.
Kabar ini sontak menghebohkan warga Palembang.
Jika anak orang nomor satu di kota saja bisa menjadi korban, bagaimana nasib rakyat biasa yang sehari-harinya berjuang dengan ekonomi pas-pasan?
Keluhan mengenai tarif parkir liar yang semakin meresahkan pun kembali mencuat di media sosial.
Warga ramai-ramai menceritakan pengalaman pahit mereka, terutama di kawasan wisata Benteng Kuto Besak (BKB), yang sudah menjadi "rahasia umum" memiliki sistem parkir berlapis yang mencekik dompet.
Bayar saat masuk, bayar lagi saat turun dari kendaraan, dan bahkan harus merogoh kocek lagi saat hendak keluar area parkir.
Baca Juga: Semangat Kartini Sudah Ada Sejak Abad 17 di Palembang: Kisah Ratu Sinuhun
Alih-alih menikmati wisata, yang dirasakan justru seperti bermain game dengan setiap levelnya menguras isi dompet.
Reaksi keras pun ditunjukkan oleh Wali Kota Ratu Dewa dalam rapat resmi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Dengan nada geram, beliau secara terbuka menyentil kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai terlalu sering "nangkring" di lokasi-lokasi rawan pungli tanpa tindakan nyata.
"Pak Kasat, jangan enyek-enyek," tegas beliau, sebuah sindiran pedas dalam bahasa Palembang yang berarti jangan pura-pura tidak tahu dan jangan bekerja setengah hati.
Pesan ini jelas ditujukan agar Satpol PP tidak hanya sekadar hadir tanpa aksi, namun benar-benar menjalankan tugas memberantas pungli yang meresahkan warga.
Sikap tegas Wali Kota ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat Palembang yang selama ini merasa berjuang sendirian melawan praktik pungli yang merajalela di ruang publik.
Berita Terkait
-
Semangat Kartini Sudah Ada Sejak Abad 17 di Palembang: Kisah Ratu Sinuhun
-
Keren! SSB Palembang Soccer Skills Sabet Trofi Perdana Usai Lebaran
-
Jejak Emansipasi Ratu Sinuhun: Perempuan Hebat dari Bumi Sriwijaya
-
Detik-Detik Mencekam Simpang Veteran Palembang: Ratusan Remaja Bersiaga Tawuran
-
PSU Empat Lawang Panas! Joncik Unggul Hitung Cepat, Budi Antoni Klaim Menang
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?