SuaraSumsel.id - Ketua Tim Pemenangan Joncik-Arifa’i, Suharli M Yamin mengklaim optimisme hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Empat Lawang yang menunjukkan keunggulan signifikan bagi pasangan yang diusungnya.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (19/4/2025), Suharli menegaskan bahwa hasil quick count yang beredar di berbagai media hampir identik dengan perhitungan internal tim pemenangan.
“Iya, keunggulan kita sesuai prediksi di kisaran 60 persen,” ujarnya, menyiratkan keyakinan kuat akan kemenangan paslon nomor urut 2 tersebut.
Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari kerja keras tim, konsolidasi akar rumput, serta komunikasi politik yang dijalin secara intensif sejak kampanye digelar kembali pasca putusan Mahkamah Konstitusi.
Namun di balik angka-angka kemenangan sementara tersebut, tensi politik di Empat Lawang diperkirakan akan memanas dalam beberapa hari ke depan.
Euforia pendukung, sikap rival politik, serta antisipasi terhadap potensi sengketa lanjutan menambah ketegangan menjelang pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Empat Lawang kini berada dalam posisi menanti dengan harapan besar agar pemimpin yang terpilih benar-benar bisa membawa perubahan dan stabilitas politik di daerah mereka.
Hasil final dari KPU akan menjadi penentu sahnya kemenangan dan titik akhir dari perjalanan panjang Pilkada yang sempat diwarnai polemik dan proses hukum.
Hasil quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan keunggulan pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Joncik Muhammad-Arifa’i, dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Empat Lawang yang digelar hari ini, Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga: Pantau Langsung! PSU Empat Lawang Digelar Hari Ini, Berikut Kondisi Terkini
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Joncik-Arifa’i berhasil meraih 59,67% suara.
Sementara itu, pesaing mereka, Paslon nomor urut 01, Budi Antoni Aljufri-Henny Verawati, mendapatkan 40,33% suara.
Data quick count ini dihimpun berdasarkan data masuk 100 persen dari 200 sampel Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah tervalidasi hingga pukul 16.25 WIB.
Dalam keterangan resminya, LSI menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah Stratified Systematic Cluster Random Sampling dalam memilih TPS sampel.
Populasi dalam hitung cepat ini mencakup seluruh suara sah dari pemilih yang menggunakan hak pilihnya di 531 TPS yang ada.
LSI juga menyebutkan bahwa margin of error dari hasil quick count PSU Empat Lawang ini adalah sekitar 1,23% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.
Tag
Berita Terkait
-
Pantau Langsung! PSU Empat Lawang Digelar Hari Ini, Berikut Kondisi Terkini
-
Deklarasi Damai PSU Empat Lawang Ricuh? Paslon HBA-Henny Dihadang Masuk
-
Debat PSU Empat Lawang Dibatasi, Tonton Live Streamingnya di Sini!
-
Pilkada Empat Lawang: Dua Mantan Bupati Adu Kuat, Rebut Kursi di Pemilu Ulang
-
Modus Cinta di Medsos: Gadis Cirebon Diperkosa dan Dirampok di Hutan Empat Lawang
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
PTBA Resmikan Pusat Pembibitan Mangrove NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Pesisir
-
Jangan Tunggu Air Seret, Ini 5 Cara Menghemat Air PDAM Saat Kemarau Melanda Sumsel
-
Masih Simpan Emas 1 Suku, Nilainya Kini Setara Motor Bekas, Kapan Waktu Terbaik Menjualnya?
-
Antre BBM di SPBU Makan Korban, Sopir Truk Meninggal Dunia Diduga Karena Kelelahan
-
Korupsi Lampu Jalan Palembang Diusut, Berapa Kerugian Negara yang Sebenarnya?