Insiden ini juga menjadi alarm keras bagi dunia pelayaran, khususnya dalam prosedur keselamatan kerja di area berisiko tinggi seperti buritan saat proses towing berlangsung.
Kini, pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta meninjau apakah ada unsur kelalaian prosedur atau kekurangan alat pengaman yang berperan dalam insiden naas ini.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kapolsek Gandus AKP Firmansyah SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan dua anak buah kapal (ABK) di Perairan Sungai Musi, wilayah Gandus Palembang tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kasus ini saat ini berada dalam penanganan pihak Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polrestabes Palembang yang memiliki kewenangan langsung atas kejadian di wilayah perairan.
Menurutnya, jajaran Polsek Gandus hanya menerima laporan awal terkait insiden tersebut sebelum akhirnya dikoordinasikan dengan unit Satpolairud untuk dilakukan pendalaman dan investigasi lebih lanjut.
Firmansyah juga menegaskan pentingnya sinergi lintas satuan dalam menangani insiden-insiden yang terjadi di kawasan Sungai Musi, mengingat aktivitas pelayaran dan logistik yang padat di jalur perairan tersebut.
Ia berharap dari hasil penyelidikan nantinya bisa diperoleh gambaran utuh tentang kronologi kejadian serta langkah-langkah pencegahan ke depan agar kecelakaan serupa tidak kembali terulang.
Hingga saat ini, pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi mata serta rekan kerja korban yang berada di lokasi kejadian guna melengkapi bahan investigasi.
Baca Juga: Tertipu Jasa Tukar Uang Bodong, IRT Palembang Kehilangan Rp 21,6 Juta untuk THR
Berita Terkait
-
Tertipu Jasa Tukar Uang Bodong, IRT Palembang Kehilangan Rp 21,6 Juta untuk THR
-
Pulang: 121 Puisi Aina Rumiyati Aziz dari Dieng hingga Peluncuran di Palembang
-
UMKM Palembang Naik Kelas, Kini Produknya Jadi Suvenir Penerbangan Garuda
-
Usai Fitrianti Ditahan, Harnojoyo Diperiksa Kejaksaan: Dugaan Korupsi Apa?
-
Lepas Kemeriahan Lebaran, Emas Digadai Warga Palembang untuk Sekolah Anak
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap