SuaraSumsel.id - Peristiwa kecelakaan kerja kembali mengguncang aktivitas pelayaran di perairan Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.
Kali ini, dua anak buah kapal (ABK) dari tugboat TB Marina 2210 meregang nyawa dalam insiden tragis yang terjadi saat fajar menyingsing, Minggu (13/4/2025) sekitar pukul 06.20 WIB.
Korban diketahui adalah Heru Bahri (28) yang bertugas sebagai Second Officer, dan Tendiko Arifin (34) yang menjabat sebagai Third Engine.
Keduanya tewas seketika setelah tersabet tali towing—tali besar yang digunakan untuk menarik tongkang—saat sedang melakukan proses pindah labuh.
Insiden nahas ini terjadi di wilayah perairan Sungai Musi Gandus Palembang, tepat ketika tugboat yang mereka awaki tengah menarik tongkang dalam operasional rutin.
Tak disangka, tali towing yang mereka pegang tiba-tiba tegang dan melibas tubuh keduanya secara brutal.
Seketika suasana di atas kapal berubah panik, saat rekan-rekan kerja menyadari bahwa Heru dan Tendiko sudah tak sadarkan diri akibat hantaman keras dari tali tersebut.
Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan kerja di sektor maritim, terutama pada proses pemindahan labuh yang kerap dianggap rutin namun menyimpan potensi bahaya besar.
Informasinya, peristiwa kecelakaan kerja yang tragis ini terjadi di Perairan Sungai Musi, tepatnya di wilayah Gandus, Palembang, saat tugboat TB Marina 2210 yang diawaki para korban sedang menjalankan operasi penarikan tongkang.
Baca Juga: Tertipu Jasa Tukar Uang Bodong, IRT Palembang Kehilangan Rp 21,6 Juta untuk THR
Kedua korban, yakni Heru Bahri (28), yang menjabat sebagai Second Officer, dan Tendiko Arifin (34), sebagai Third Engine, tewas seketika dalam insiden mengenaskan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika kapal TB Marina 2210 bersiap untuk mengangkat jangkar dan berpindah posisi labuh.
Dalam proses tersebut, salah satu tali towing yang terhubung dengan tongkang mengalami kendala teknis, di mana tali tersebut tersangkut pada bagian tanduk tugboat.
Ketika kapal mulai bergerak, tali towing tersebut tiba-tiba menegang secara ekstrem karena tarikan mendadak, hingga akhirnya menyabet kedua korban yang saat itu tengah berada di buritan kapal.
Keduanya tak sempat menghindar karena situasi berlangsung sangat cepat dan mendadak.
Benturan tali yang sangat kuat tersebut menyebabkan luka fatal pada tubuh korban hingga meregang nyawa di tempat.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam, baik bagi rekan-rekan kerja di kapal maupun keluarga korban yang ditinggalkan.
Berita Terkait
-
Tertipu Jasa Tukar Uang Bodong, IRT Palembang Kehilangan Rp 21,6 Juta untuk THR
-
Pulang: 121 Puisi Aina Rumiyati Aziz dari Dieng hingga Peluncuran di Palembang
-
UMKM Palembang Naik Kelas, Kini Produknya Jadi Suvenir Penerbangan Garuda
-
Usai Fitrianti Ditahan, Harnojoyo Diperiksa Kejaksaan: Dugaan Korupsi Apa?
-
Lepas Kemeriahan Lebaran, Emas Digadai Warga Palembang untuk Sekolah Anak
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang
-
Strategi Mikro BRI Tuai Pengakuan, JPMorgan Naikkan Rekomendasi BBRI
-
Fakta Penemuan Pasutri Tewas di Kebun Karet Banyuasin, Polisi Dalami Penyebab Kematian
-
Demi Tingkatkan PAD, Pospera Sumsel Desak Ratu Dewa Utamakan Good Government Bapenda Palembang
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung