SuaraSumsel.id - Di tanah bersejarah Palembang, Sumatera Selatan, tempat Sungai Musi mengalir tenang sebagai saksi zaman, tradisi Besanjo tetap hidup, mengakar kuat dalam denyut kehidupan warganya.
Saat gema takbir mereda dan pagi Syawal menyingsing dengan cahaya penuh berkah, langkah-langkah kecil penuh kehangatan menyusuri lorong-lorong perkampungan.
Dari satu rumah ke rumah lainnya, tangan-tangan saling berjabat, senyum tersungging, dan doa-doa mengalun lirih dalam kebersamaan yang suci.
Bagi warga Palembang seperti Rohalik (67), lelaki sepuh yang rambutnya telah memutih oleh perjalanan waktu, Besanjo bukan sekadar silaturahim biasa, melainkan jejak masa lampau yang terus dijaga.
Baca Juga: Debat Paslon PSU Pilkada Empat Lawang Dipindah ke Palembang, Ada Apa?
Ia percaya, tradisi ini telah ada sejak Palembang berdenyut sebagai kota tertua di negeri ini, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pengikat batin antarwarga.
Usai menunaikan Shalat Id, tanpa aba-aba, penduduk bergegas keluar dari rumah mereka, menyambangi satu sama lain dalam suasana yang sarat akan kehangatan dan persaudaraan.
Seperti arus Sungai Musi yang tak henti mengalir, begitu pula Besanjo, terus menembus waktu, menjaga jiwa Palembang tetap erat dalam bingkai kebersamaan
Namun Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dalam penelitiannya mengungkapkan terjadi pergeseran nilai budaya dalam tradisi sanjo saat perayaan Idul Fitri.
Tradisi yang dulunya sarat dengan nilai kekeluargaan dan silaturahmi kini mulai berubah seiring perkembangan zaman.
Baca Juga: 7 Alasan Lebaran di Palembang Selalu Spesial dan Penuh Keunikan
Jika dahulu sanjo menjadi momentum sakral untuk saling berkunjung dan mempererat hubungan antargenerasi, kini tradisi tersebut semakin tergerus oleh pola komunikasi modern dan gaya hidup yang lebih individualistis.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
-
Profil Sultan Palembang, Pemimpin Adat Tegas Haramkan Konten Willie Salim
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tangisan Pilu dI Rumah Kosong, Warga Syok Temukan Bayi Perempuan di Garasi
-
Ambulans RSUD Kosong Sopir dan BBM, Keluarga Nangis Histeris Urus Jenazah Sendiri
-
Guru Silat di Ogan Ilir Jadi Tersangka Pencabulan Santri, Diduga Lakukan Berkali-kali
-
WNA Rusia di Palembang Jadi Korban Curanmor, Drone dan GoPro Raib
-
Sayang Dibuang! Ini Cara Benar Simpan Kue Basah Palembang Pasca Lebaran