"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebelum menyantap hidangan berbuka sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, membaca basmalah sebelum makan juga merupakan sunnah yang dianjurkan.
Pada hari ke-17 Ramadhan, umat Islam juga memperingati peristiwa turunnya Al-Qur'an atau Nuzulul Quran. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
17 Ramadan
Tanggal 17 Ramadan memiliki keutamaan yang sangat istimewa dalam sejarah Islam, karena pada tanggal inilah terjadi peristiwa penting yaitu Nuzulul Quran, atau turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah beberapa keutamaan 17 Ramadan:
Nuzulul Quran: Ini adalah peristiwa paling penting dan menjadi inti dari keutamaan 17 Ramadan. Al-Quran adalah petunjuk bagi umat manusia, dan diturunkannya wahyu pertama menandai dimulainya risalah Islam.
Malam yang Penuh Berkah: Malam 17 Ramadan adalah malam yang diberkahi karena menjadi saksi bisu turunnya Al-Quran.
Banyak umat Muslim menghabiskan malam ini dengan beribadah, membaca Al-Quran, berdoa, dan melakukan amalan baik lainnya.
Baca Juga: Palembang Terus Dikepung Banjir, Kapan Bisa Teratasi?
Mempererat Hubungan dengan Al-Quran: Dengan mengingat Nuzulul Quran, umat Muslim diingatkan untuk lebih mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum Refleksi Diri: 17 Ramadan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk merenungkan kembali sejauh mana mereka telah menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup dan memperbaiki diri agar lebih sesuai dengan ajaran Islam.
Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan: Dengan menghayati makna Nuzulul Quran, diharapkan keimanan dan ketakwaan umat Muslim semakin meningkat, sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
Secara keseluruhan, 17 Ramadan adalah momen yang sangat penting bagi umat Muslim untuk merayakan dan menghayati turunnya Al-Quran, serta menjadikannya sebagai inspirasi untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga informasi ini membantu umat Muslim di Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Pagar Alam dalam menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan penuh berkah.
Berikut adalah jadwal buka puasa untuk kota Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau dan Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).
Tag
Berita Terkait
-
Palembang Terus Dikepung Banjir, Kapan Bisa Teratasi?
-
Lebaran Tanpa Macet? Tol Palembang-Betung Difungsikan Sebagai Jalur Alternatif Mudik
-
Waktu Imsak 15 Ramadan 1446 Hijriah untuk di Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir
-
Saksi Ungkap Dokter Koas Dianiaya Tanpa Perlawanan oleh Sopir Pribadi Rekan
-
Waktu Berbuka Puasa di Palambang, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Pagar Alam, 14 Ramadan 1446 H
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang