SuaraSumsel.id - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mengalami puncak musim kemarau, yang bertepatan pada bulan Agustus dan September ini. Cuaca kemarau ini pun berpengaruh pada produksi komoditas karet di Sumsel.
Dinas Perkebunan Sumsel merilis terjadi kenaikan harga Rp256 kilogram dibandingkan rate penjualan pada sebelumnya. Hal ini disebut karena pengaruh cuaca yang menyelimuti produsen karet, termasuk Sumsel.
Analis Prasarana dan Sarana Ahli Madya Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian menyatakan ada tiga faktor yang menyebabkan harga komoditas karet di Sumsel naik pada pekan ini.
"Salah satunya karena adanya faktor cuaca yang panas yang menyelimuti negara-negara podusen karet," ujarnya kepada Suara.com, Kamis (31/8/2023).
Hal ini juga mengakibatkan produksi karet di Sumsel menurun. Namun saat komoditas karet turun berimbas pada harga yang naik di pasar internasional. "Mekanisme pasar bebas kan demikian, saat stok turun, harga cenderung meningkat. Ini pula menyebabkan harga karet di Sumsel pada pekan ini, meski naiknya tidak banyak, hanya sekitar Rp256 per kilogram ya," sambung Rudi.
Selain karena cuaca nan panas, penyebab lainnya yang mengakibatkan harga keret di Sumsel naik yakni pengaruh harga minyak bumi.
"Harga minyak bumi di pasar Internasional naik sebagaimana diketahui jika minyak bumi ini ialah bahan dasar pembuatan karet sintetis. Saat harga minyak bumi turun maka sebagian negara konsumen lebih memilih karet sintetis daripada karet alam," ujarnya
"Dengan adanya kenaikan harga minyak bumi maka negara konsumen yang biasa membeli karet sintetis kembali membeli karet alam," kata Rudi menjelaskan.
Harga karet SGX - Sicom pada kamis, 31 Agustus 2023, yakni 136.7 US$/Kilogram dengan kurs Rp.15.163 per dollar.
Baca Juga: 3 Pejabat Pangkat Jenderal Ini Bisa Ditunjuk Mendagri Tito Karnavian Sebagai PJ Gubernur Sumsel
Harga Karet KKK 100% ditetapkan Rp 20.728 per kilogram yakni mengalami kenaikan Rp256 kilogram. Harga karet 70% Rp 14.510 kilogram, harga karet KKK 60% sebanyak Rp.12.437 kilogram, harga karet KKK dengan 50% yakni Rp.10.364 kilogram, harga karet KKK sebanyak 40% Rp 8.291 kilogram dan harga karet KKK dengan 30% Rp 6.218 kilogram.
Berita Terkait
-
3 Pejabat Pangkat Jenderal Ini Bisa Ditunjuk Mendagri Tito Karnavian Sebagai PJ Gubernur Sumsel
-
Kronologi Dua Mahasiswa Unsri Tewas Kecelakaan Saat Hendak ke Kampus di Jalintim Indralaya
-
Profil Wali Kota Ridho Yahya yang Sebut Jalan Tol Mematikan Ekonomi, Pernah Bersetegang Saat Demo Mahasiswa
-
Emak-Emak Aksi Gantungkan BH di Pagar Kejati Sumsel, Kecewa Usut Korupsi KONI Tebang Pilih
-
Data HGU Perusahaan Sawit di Babel Seharusnya Dibuka ke Publik, Solusi Konflik Agraria
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Cek Fakta: Viral Klaim BMKG Deteksi Ancaman Squall Line Malam Tahun Baru, Benarkah?
-
Sepanjang 2025, Transformasi BRI Berbuah Kinerja Solid dan Kontribusi Nyata untuk Negeri
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat