Meski pernah menjadi Ketua DPD PDIP Sumsel, pada Pilgub 2018 nama ESP tak dimunculkan PDIP. Pada Pilgub tersebut, PDIP lebih percaya diri memajukan Giri Ramanda Kiemas yang merupakan keponakan dari Ketum Megawati Soekarnoputri.
Giri dipasangkan sebagai calon wakil gubernur bersama dengan Dodi Reza yang merupakan anak mantan Gubernur Alex Noerdin.
Saat Pilgub ini, PDIP tidak pula beruntung. Pilgub 2018 kembali diikuti oleh 4 pasangan, yang kemudian dimenangkan oleh Herman Deru yang berpasangan dengan Mawardi Yahya. Tidak sampai setahun dari Pilgub, ESP menyatakan diri keluar dari partai yang pernah dipimpin dan membesarkan namanya tersebut.
Dia lebih memilih bergabung ke partai besutan Prabowo Subianto, Partai Gerindra. Di partai ini, ia pun berhasil meraih kursi DPR RI dapil Sumsel 2 dan kemudian duduk di komisi 5 yang juga fokus pada infrastruktur.
Baca Juga: Petahana Panca-Ardhani Lawan Kotak Kosong di Pilkada Ogan Ilir 2024
Keinginan maju pada Pilgub Sumsel 2024 memang kerap disampaikan ESP. Di partai Gerindra pun ia sudah mendeklarasikan diri sebagai bakal cagub. Namun Prabowo lebih memilih Mawardi Yahya yang sebelumnya tokoh partai Golkar Sumsel tapi dipercaya sebagai Ketua Pemenangan Prabowo - Gibran pada Pilpres 2024.
ESP Janjikan Berantas Pendidikan Transaksional dan Hilirisasi
Dalam orasi politik di tengah kader, simpatisan dan pengurus PDIP Sumsel, ESP mengungkapkan jika ia punya keinginan besar membawa ERA baru bagi Sumsel.
ERA yang merupakan akronim nama Eddy Santana dan Riezky Aprilia, Ia mengungkapkan jika pasangan ini merupakan pasangan cagub yang paling pas. Punya pengalaman di dua komisi yakni komisi 4 dan 5 DPR RI, pasangan ini klaim memahami persoalan mengenai hulu dan hilir pembangunan daerah.
“Soal infrastruktur, saya (berpengalaman) di komisi 5, dan Riezky di komisi 4. Pelayanan kesehatan, prioritas kesejahteraan rakyat. Banyak yang mengadu kepada saya, saya anggap dendam, kalau aku jadi gubernur berantas pendidikan transaksional. Ado yang mengadu mau masuk sekolah bayar Rp12 juta-Rp15 juta, ado anak yang dak pacak sekolah karena dak biso bayar Rp12juta-Rp15 juta,” ucap ESP
Baca Juga: Ancam Pakai Senpira Security PT Lonsum, Trio Pencuri Sawit Berhasil Dilumpuhkan
Sedangkan di hilirisasi, ESP mengungkapkan jika Sumsel memiliki sumber daya alam yang kaya, namun tidak muncul upaya hilirisasi yang meningkat dari tahun ke tahun.
Berita Terkait
-
Retreat Gelombang Kedua Digelar Usai Lebaran, Megawati Perintahkan Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut
-
Lebaran ke Megawati hingga Jokowi, Didit Disebut Jadi Kekuatan 'Soft Politics' Presiden Prabowo
-
Didit Sowan ke Megawati, Ahmad Basarah Bocorkan Hubungan Rahasia Keluarga Prabowo-Mega
-
5 Momen Hasto Kristiyanto Selama Jadi Tahanan KPK, Terbaru Tolak Dipindah ke Salemba
-
Jaksa KPK Sebut Delik Kasus Hasto PDIP Bukan Terkait Kerugian Negara, tapi Suap!
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR