“Rasa kue tentu ditentukan dari bahannya. Dengan bahan yang juga terjaga merek dan kualitas kesegaran maka akan menghasilkan kue-kuenya akan lebih enak,” ucapnya.
Banyak yang menyebut kue-kue basah Palembang sangat terasa legit dan istimewa.
Catatan sejarahnya menceritakan kue-kue basah ini memang kerap dihadirkan saat acara-acara khusus kesultanan saja.
Saat penjajahan Belanda, kue-kue ini hanya dimakan oleh kalangan elit Pemerintah. Karena itu juga, kue-kue basah ini sempat sebagai penanda status sosial pembuat dan mereka yang memakannya.
Budaya kuliner Palembang ini kian bergeser. Kue-kue basah Palembang makin dikenalkan sebagai makanan sehari-hari yang bisa dikonsumsi masyarakat secara luas.
Dengan rasa yang legit, kue-kue basah ini bisa dinikmati sebagai makanan penutup, atau untuk sarapan pagi dan makanan ringan sebagai teman minum teh atau kopi.
“Mungkin karena menggunakan bahan dalam kuantitas yang banyak, misalnya telur sampai 20 butir, atau santan dan gula dengan komposisi yang hampir sama beratnya dengan telur, kue-kue terasa legit dan istimewa,” ujarnya.
Harga-harga kue Bunda Rayya juga cukup terjangkau. Untuk loyang dengan ukuran besar seperti loyang 22x22 cm, dengan harga jual Rp400 ribu.
Di toko miliknya, Bunda Rayya pun menjual kue dengan ukuran nan bisa beragam.
Baca Juga: Bos Distro Anti Mahal Otak Pembunuhan Pegawai Koperasi Ditangkap di Sumatera Barat
“Bisa beli seloyang, setengah loyang atau seperempat loyang. Sesuai kebutuhannya dan bisa membeli juga kombinasi dengan ukuran loyang lainnya,” ucapnya.
Kerap meraih sejumlah penghargaan kuliner, Bunda Rayya membagikan tips agar kue-kue basah Palembang cukup tahan lama disimpan.
Dia selalu mengingatkan pegawainya agar memastikan setiap lapis kue, atau seluruh bagian kue matang secara sempurna. “Jika kurang matang, membuat bahan dasar seperti telur, bercampur tepung cepat bereaksi, dan basi. Perlu juga disimpan dalam suhu ruangan yang dingin,” ujarnya.
Bunda Rayya yang juga merupakan UMKM binaan ini telah membawa kue khas Palembang tidak hanya terkenal di tempat asalnya.
Kue-kue Bunda Rayya pun telah melalang buana ke kota kabupaten dan menyebrangi Pulau Sumatra dan ke luar negeri.
“Pesanan di Jawa tentu paling banyak ke daerah Jabodetabek (Jakarta, Jawa Barat dan Banten) lalu Bandung tapi pernah juga mengirim ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan pernah membawanya ke Arab Saudi, Mekkah juga Madinah dan negara luar lainnya oleh pembeli wisatawan yang datang ke Palembang,”ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bos Distro Anti Mahal Otak Pembunuhan Pegawai Koperasi Ditangkap di Sumatera Barat
-
Dugaan Pungli PPDB SMA di Palembang: Kadisdik Sumsel Membantah
-
Semarak Ampera Tourism Fun 2024, 3300 Pelari Bakal Wisata Olahraga di Jembatan Ikonik
-
Skandal Korupsi Guest House UIN Raden Fatah: Dirut Perusahaan Konsultan Konstruksi Ditahan
-
PPDB SMA Jalur Prestasi di Palembang Kacau, Intervensi Dinas Pendidikan Diduga Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Review Keunggulan dan Harga Asics Magic Speed 4
-
Korupsi Dana PMI Palembang, Fitrianti Agustinda dan Suami Dijatuhi Hukuman 7,5 Tahun Penjara
-
GENsi Digelar di Palembang, Komdigi-Indosat Dorong Anak Muda Hadapi Era Super-Cycle AI
-
5 Bedak Padat Two Way Cake untuk Tampilan Cepat dan Praktis Seharian
-
Bobol Rp7,8 Miliar Lewat 355 Kontrak Fiktif, Eks Surveyor FIF Palembang Diseret ke Pengadilan