SuaraSumsel.id - Tren transisi energi di dunia diproyeksikan mengurangi permintaan batu bara, yang akan mempengaruhi pendapatan daerah provinsi penghasil seperti Sumatera Selatan (Sumsel).
Dengan potensi energi terbarukan mencapai 21,032 GW, Sumatera Selatan berpeluang mentransformasi ke energi terbarukan yang berkontribusi mencapai target Indonesia netral karbon (net zero emission) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Manajer Program Akses Energi Berkelanjutan IESR, Marlistya Citraningrum menyatakan Forum Energi Daerah Sumatera Selatan diharapkan menjadi wadah strategis guna berbagi informasi, berkolaborasi lintas sektoral, memberikan rekomendasi kebijakan dan program.
Selain itu sebagai mengimplementasikan langkah konkret dalam mendukung transisi energi yang berkeadilan di Sumatera Selatan.
“Forum Energi Daerah memegang peran penting dalam kontekstualisasi transisi energi. Di Sumatera Selatan, konteksnya adalah transformasi ekonomi dari yang berbasis energi fosil ke yang lebih berkelanjutan. Dengan menjadi wadah strategis di provinsi, dampak transisi energi di daerah penghasil batu bara diharapkan dapat dimitigasi melalui perencanaan dan pelibatan yang inklusif, dan Forum Energi Daerah menjembatani masukan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Marlistya dalam keterangan persnya diterima Suara.com.
Mempersiapkan transformasi ini perlu menjadi prioritas untuk menciptakan ekonomi masyarakat yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) menginisiasi pembentukan Forum Energi Daerah pada Selasa (25/6/2024).
Forum guna memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan, mendorong partisipasi aktif dari berbagai pihak, serta mempercepat pencapaian target energi terbarukan di Sumatera Selatan. Keanggotaannya terdiri dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, akademisi, asosiasi profesi, pelaku usaha, dan pengguna.
Dinas ESDM Sumatera Selatan menentukan tiga kelompok kerja (Pokja) yang perlu ada di Forum Energi yakni Pokja bidang energi, bidang ekonomi, sosial dan ketenagakerjaan, serta bidang advokasi.
Baca Juga: Ibu vs 4 Anak di Banyuasin, Perebutan Harta Warisan Berujung Laporan ke Polda Sumsel
Kepala Bidang Energi, Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan, Aryansyah mengatakan, kapasitas terpasang pembangkit energi terbarukan di Sumatera Selatan hingga tahun 2023 mencapai 989,12 megawatt (MW).
“Pembangkit listrik biomassa (PLTBm), khususnya yang digunakan sendiri oleh perusahaan (captive power) atau tidak tersambung dengan jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), mendominasi dengan kapasitas terpasang sebesar 802,59 MW. Selain itu, terdapat kontribusi dari kapasitas terpasang energi panas bumi, air, dan surya mencapai 175,71 MW,” kata Aryansyah.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 mencapai 26,61 persen pendapatan daerah Sumatera Selatan berasal dari sektor pertambangan dan penggalian.
Secara distribusi pekerja, sektor pertambangan dan penggalian hanya berkisar 2,24 persen atau sekitar 98-105 ribu pekerja pada 2023 dari total 4,38 juta penduduk bekerja. Distribusi pekerja tertinggi justru berasal dari sektor pertanian (43,61%), diikuti perdagangan (15,40%) dan industri pengolahan (7,02%).
Dalam mendorong transformasi ekonomi dan pemanfaatan energi terbarukan, Kepala Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bappeda Sumsel, Hari Wibawa memastikan Sumatera Selatan telah menetapkan targetnya di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Target ini mencakup mencapai indeks ekonomi hijau sebesar 62,22 persen pada 2025 dan mencapai bauran energi terbarukan 23 persen pada tahun yang sama.
Tag
Berita Terkait
-
Ibu vs 4 Anak di Banyuasin, Perebutan Harta Warisan Berujung Laporan ke Polda Sumsel
-
Yeni dan Puding Kelapa DEGLA: Bukti Nyata Sinergi Bank Sumsel Babel dan UMKM dalam Wujudkan Mimpi
-
Ayah Muda Jadi Korban Pembacokan Salah Sasaran di Palembang, Tewas di Tempat
-
Terungkap! Motif Dibalik Pembunuhan Karyawan Koperasi yang Dicor Semen di Palembang
-
Ada 2 Sungai di Musi Banyuasin Tercemar Minyak Ilegal, Sumber Air Warga Terdampak
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan
-
Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Masuk Zona Berbahaya Lagi
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
-
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
-
7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi