Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Kamis, 27 Juni 2024 | 18:31 WIB
Kadis Energi ESDM Sumsel, Aryansyah

“Pembangkit listrik biomassa (PLTBm), khususnya yang digunakan sendiri oleh perusahaan (captive power) atau tidak tersambung dengan jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), mendominasi dengan kapasitas terpasang sebesar 802,59 MW. Selain itu, terdapat kontribusi dari kapasitas terpasang energi panas bumi, air, dan surya mencapai 175,71 MW,” kata Aryansyah.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 mencapai 26,61 persen pendapatan daerah Sumatera Selatan berasal dari sektor pertambangan dan penggalian.

Secara distribusi pekerja, sektor pertambangan dan penggalian hanya berkisar 2,24 persen atau sekitar 98-105 ribu pekerja pada 2023 dari total 4,38 juta penduduk bekerja.  Distribusi pekerja tertinggi justru berasal dari sektor pertanian (43,61%), diikuti perdagangan (15,40%) dan  industri pengolahan (7,02%).

Dalam mendorong transformasi ekonomi dan pemanfaatan energi terbarukan, Kepala Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bappeda Sumsel, Hari Wibawa memastikan Sumatera Selatan telah menetapkan targetnya di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Baca Juga: Ibu vs 4 Anak di Banyuasin, Perebutan Harta Warisan Berujung Laporan ke Polda Sumsel

Target ini mencakup mencapai indeks ekonomi hijau sebesar 62,22 persen pada 2025 dan mencapai bauran energi terbarukan 23 persen pada tahun yang sama.

“Untuk mendorong transformasi ekonomi daerah, Sumatera Selatan akan mengembangkan usaha energi terbarukan dan ekonomi hijau, serta penguatan kompetensi tenaga kerja, masyarakat, dan pemerintah,” kata Hari.

Load More