SuaraSumsel.id - Petani kopi di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel) tengah bersenang hati. Harga komoditi unggulan Sumsel ini tengah tinggi. Bahkan berdasarkan pengalaman berkebun, seorang petani di Pagar Alam mengakui kenaikan harga tahun ini terjadi di sepanjang sejarah.
Petani kopi Pagar Alam, Yando Kipli (30) menceritakan jika dirinya sangat menikmati harga yang tengah naik saat ini. Kenaikan harga ini menjadi sebuah berkah ekonomi bagi keluarganya.
"Harga biji kopi yang tembus sampai Rp72.000 per kilogramnya ini, membuat para petani berduyun-duyun menjual hasil panen biji kopi mereka. Ini sepanjang sejarah berkebun kopi" ucapnya.
Kenaikan harga kopi ini pula membuat masyarakat petani berduyun-duyun memelihara kebun kopi mereka. Situasi ini sangat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menempatkan kopi hanya berharga Rp20 ribu.
Diakui Yando, saat ini semua hasil panen tahun lalu masih disimpan dan hasil panen awal tahun ini akan dijual.
“Harga Rp70 ribu sampai Rp72 ribu per kilogram di tingkat pengepul sudah paling tinggi sepanjang saya berkebun kopi. Khawatir jika nanti harga jual kembali turun dan diambil secara diam-diam oleh para pelaku kejahatan,” ucapnya melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Berita Terkait
-
Ada 7 Kegiatan Seru di Rumah Pintar Bende Seguguk OKI
-
KAI Divre III Palembang Sediakan Tiket Libur Idul Adha: Sudah Terjual 59%
-
Belida Tak Lagi Legenda: Upaya Nyata Melestarikan Ikan Endemik Sungai Musi
-
Ada 4.921 Rekening Judi Online Dibekukan, Transaksi Terlarang Diberangus
-
Kesalahan Medis, Kemaluan Bocah OKI Terpotong Saat Khitan oleh Kepala Puskesmas
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?