Tasmalinda
Sabtu, 30 September 2023 | 15:10 WIB
kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Berikut Lahan-Lahan konsesi perusahaan di Sumsel sumbang hotpsot, belum ditindak? [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa]

Sepanjang Agustus telah terjadi 186 titik api yang tersebar di 16 kabupaten dan kota.

Dari jumlah hotspot tersebut disumbangkan setidaknya 7 perusahaan dengan konsensi HTI yakni SBB, BAP, BMH, PML, RHM dan SBA.

Selain perusahaan HTI, juga disumbang perusahaan konsensi tebu dan sawit, yakni lahan perusahaan PNS, PTPN VII PIR-SUS. PTPN CM. WAJ. PUM dan CBS.

Mengenai pengukuran hotspots ini, Haki mengungkapkan semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi pula potensi jika hotspot tersebut telah benar-benar kebakaran lahan atau hutan yang terjadi.

Baca Juga: Berpamitan di Hari Terakhir Masa Jabatan, Herman Deru Bahas Sosok PJ Gubernur Sumsel

5 Tahun Terakhir Sumsel Alami Karhutla Terluas 

Adapun selama lima tahun terakhir, lahan Sumsel mengalami karhutla mencapai 1.011.733,97 hektar (Ha).

Melansir analisis yang dilakukan Mongabay, luasan terbakar di Sumsel tersebut lebih luas jika dibandingkan dengan provinsi lain, seperti halnya Kalimantan Tengah, luasan lahan yang terbakar mencapai 956.907,25 hektar, sedangkan di Papua hanya sekitar 761.081,12 hektar.

Pada analisis data yang sama di Kalimantan Selatan mencapai 443.655,03 hektar, lalu di Kalimantan Barat seluas 329.998,35 hektar, serta di Riau mencapai 250.369,76 hektar. Provinsi terakhir, yakni Jambi hanya 182.195,51 hektar.

Sebagai pembandingnya, Sumatera Selatan pada tahun 2015 mengalami karhutla seluas 646.298,80 hektar. Selain itu, pada tahun 2018 mengalami karhutla seluas 16.226, 60 hektar serta di tahun 2019 seluas 336.778 hektar.

Baca Juga: Profil Agus Fatoni yang Disebut Bakal Jadi PJ Gubernur Sumsel: Mantan PJs Gubernur Sulut

Load More