SuaraSumsel.id - Kepolisian mengungkapkan terdapat puluhan korban yang sudah melapor sebagai korban dari aplikasi investasi yang diduga bodong, FEC. Dari pada korban, diketahui jika memang ada pejabat di Pemprov Sumsel yang menjadi mentor aplikasi tersebut.
Hal ini diungkap oleh salah satu korban Agung Wijaya. Dia mengungkapkan jika sosok bapak yang bersangkutan, menjadi salah satu mentor ACE FEC di Sumsel.
Dia pun menjelaskan jika pada aplikasi investasi ini memiliki tingkatan yang disandang. Apalagi pejabat ini pun diketahui merupakan ketua pelaksana saat aplikasi ini launching di Palembang, pada 27 Agustus lalu.
"Bapak AS ini terpilih menjadi satu satu mentor ACE di Sumsel," ujarnya saat turut melaporkan sebagai korban di posko yang dibuka oleh Polda Sumsel.
Agung juga menjelaskan jika pangkat mentor yang disandang pejabat itu merupakan pangkat tertinggi mentor. Pada aplikasi ini terdapat lima tingkatan mentor, yakni dari magang, menengah, senior, Ace, dan kehormatan,” terangnya.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Polda Sumsel mencatat ada puluhan korban yang sudah melaporkan sebagai korban, dengan kerugian mencapai Rp1,9 miliar.
Ketua Tim Gabungan Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo menyebut sejak beberapa hari lalu telah membuka Posko Pengaduan.
“Untuk update per hari ini, sudah ada 77 korban yang mengadu ke Polda Sumsel dengan total kerugian berkisar di Rp1,9 miliar,” ucap Bagus melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Menurut Bagus hingga per hari ini, Sumsel sendiri menjadi korban berasal dari berbagai macam background mulai dari ibu rumah tangga, pekerja swasta, pengusaha, bahkan hingga praktisi hukum.
Baca Juga: Korban Investasi Bodong FEC di Sumsel Bertambah: Ada Calon DPD Sampai Praktisi Hukum
Selain korban Agung, belasan emak-emak sudah terlebih dahulu melaporkan kejadian dugaan penipuan aplikasi investasi ini.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga mengakui mengetahui hal tersebut dari media sosial TikTok.
“Oh saya juga lihat di TikTok itu viral, saya masih menunggu keterangan resmi dari inspektorat,” ucapnya saat acara pemecahan Rekor Muri Pelatihan Skrining Tumbuh Kembang Pada 1.000 Guru PAUD di Palembang, Kamis (14/9/2023).
Tag
Berita Terkait
-
Bertandang Dengan Boyong 18 Pemain, Sriwijaya FC Waspada Daya Serang Persiraja Banda Aceh
-
Korban Investasi Bodong FEC di Sumsel Bertambah: Ada Calon DPD Sampai Praktisi Hukum
-
Ini Nama 7 PJ Wali Kota dan Bupati di Sumsel Bakal Dilantik 18 September 2023
-
Di Akhir Masa Jabatan, Gubernur Herman Deru Lantik 7 PJ Wali Kota dan Bupati
-
Kadis di Pemprov Sumsel Viral, Disangka Mentor Aplikasi Investasi Bodong FEC
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Cek Fakta: Viral Klaim BMKG Deteksi Ancaman Squall Line Malam Tahun Baru, Benarkah?
-
Sepanjang 2025, Transformasi BRI Berbuah Kinerja Solid dan Kontribusi Nyata untuk Negeri
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat