SuaraSumsel.id - Piala AFF U-19 yang berlangsung meriah di kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) meninggalkan cerita kurang mengenakkan. Seorang pelatih tim nasional atau Timnas putri U-19 Thailand, kehilangan jam merek rolex di hotel Santika Palembang.
Asisten Pelatih Tim Nasional Sepak Bola putri U-19 Thailand, Natawat Thaensopa (39) dikatakan Kasatreskri Palembang AKBP Haris Dinzah mengatakan jam tangan yang dilaporkan hilang bermerek Rolex Oyster Perpetual Date DEEPSEA.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian jam tangan tersebut diketahui hilang pada Senin (17/7) atau beberapa saat setelah yang bersangkutan mengikuti timnya berkompetisi pada babak final Piala AFF U-19 Putri 2023 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Haris menyebutkan kepolisian belum dapat memastikan barang berharga itu benar-benar hilang atau tertinggal. "Kalaupun hilang, hilangnya seperti apa, apakah karena dicuri atau jatuh dan sebagainya belum bisa dipastikan," ujarnya.
Kendati demikian, ia memastikan, pelaporan korban Natawat akan terus ditindaklanjuti oleh personel Satuan Reserse Kepolisian Resor Kota Besar Palembang.
Dalam proses penyelidikan tersebut setidaknya ada sebanyak enam orang saksi yang diperiksa kepolisian.
Para saksi tersebut di antaranya sebanyak empat orang dari pihak perhotelan Santika Premier, Jalan Radial, Palembang tempat korban dan timnya menginap.
"Kemudian tiga orangnya lagi yakni dari pihak korban demi memperjelas rangkaian proses penyelidikan," pungkasnya [ANTARA]
Baca Juga: Naik Penyidikan, Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Sumsel Bakal Ada Tersangka
Berita Terkait
-
Asisten Pelatih Timnas Thailand U-19 Kehilangan Jam Tangan Mewah di Hotel Palembang
-
3 Alasan Claudia Scheunemann Harus Kembangkan Karier di Luar Negeri, No.1 Paling Krusial
-
Penyerang Timnas Indonesia Jadi Pemain Terbaik Piala AFF Putri U-19
-
Dihajar Myanmar, Timnas Putri Indonesia Akhiri Piala AFF Putri U-19 dengan Tangan Hampa
-
Kalah 1-7 di Semifinal Piala AFF U-19, Timnas Putri Indonesia Tetap Dipuji
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?