SuaraSumsel.id - Seluruh penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Jembatan Musi selamat setelah sempat mengalami kebanjiran pada bagian ruang haluan kapal.
Peristiwa kebanjiran ini terjadi kala KMP Jembatan Musi berlayar dari Kabupaten Banyuasin menuju Kabupaten Bangka, Jumat (2/6/2023).
"Semua penumpang selamat. Kapal berhasil kembali bersandar di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin Jumat sore tadi pukul 16.05 WIB," kata Direktur Direktorat Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Kombes Pol Andreas Kusmaedi, dikonfirmasi di Palembang, Jumat.
Andreas menjelaskan KMP Jembatan Musi tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Api-api dengan rute tujuan Pelabuhan Tanjung Kalian, Bangka.
Namun, dalam pelayaran, kapal tersebut mengalami kebanjiran di bagian ruang haluan kapal.
Untuk sementara ini, ia menyebutkan, banjir tersebut disebabkan oleh rumah karet kedap rampdoor haluan kapal yang tak mampu menghalau derasnya air laut.
Bahkan karena debitnya yang terlalu besar air laut tersebut juga masuk menggenangi ruang cardeck, ruang BT dan tangku void kapal.
"Atas kejadian itu nakhoda KMP Jembatan Musi memutuskan kembali ke Pelabuhan Tanjung Api - api demi keselamatan pelayaran," kata dia.
Menurutnya, berdasarkan laporan dari personel di lapangan proses evakuasi penumpang dan kendaraan masih berlangsung di pelabuhan tanjung Api-api setidaknya hingga pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: Terungkap, Ini Identitas Remaja Tewas Bersimbah Darah Saat Tawuran di Palembang: Masih Pelajar
Petugas Kantor Kesyahbandaran Palembang bersama Dinas Perhubungan setempat sedang melangsungkan proses pemeriksaan kerusakan KMP Jembatan Musi.
Sementara itu, pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan untuk mengagendakan penyeberangan untuk para penumpang ke Tanjung Kalian. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Terungkap, Ini Identitas Remaja Tewas Bersimbah Darah Saat Tawuran di Palembang: Masih Pelajar
-
Perkuat Pelayanan Area Kampus Unsri dan Sentra Bisnis, IM3 Buka Mini Gerai di Ogan Ilir Sumsel
-
900 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar Selama Empat Bulan Terakhir
-
Tawuran Pecah di Palembang Dini Hari, Pelajar Tewas di Jalanan Bersimbah Darah Ditusuk di Punggung
-
Komisioner Bawaslu di Sumsel Lagi-lagi Ditahan Korupsi Dana Hibah: 3 Komisioner Bawaslu Ogan Ilir Ditahan Malam Hari
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?