SuaraSumsel.id - Seorang warga Kota Baru Selatan, Martapura Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan 27 pegawai ATR/BPN OKU Timur, Kadir (58) ke kejaksaan
Kasus ini berujung indikasi pegawai BPN yang melakukan pungutan liar (pungli). Dengan dasar kepemilikan sertifikat yang dimiliki, nama si pemilik dari sertifikat atas lahan bernama Yudha.
Mendengar nama warga yang cukup familiar itu, Kadir lalu menanyakannya langsung. Namun Yudha tidak mengakui tanah tersebut. Yudha pun membuat pembatalan sertifikat yang diajukan ke BPN OKU Timur tertandatangan Yudha.
Pembatalan ini dikuatkan dengan status Yudha masih seorang pelajar. Pada proses pembuatan sertifikat, Kadir pun mengaku telah dimintai sejumlah uang namun sampai sekarang sertifikat tanah miliknya masih belum terbit.
“Pas ngurus sertifikat kemarin, aku diminta duit oleh wong BPN OKU Timur agar sertifikat tanah aku bisa keluar tapi belum jugo keluar sampai saat ini,” kata Kadir melansir sumselpedia.com-jaringan Suara.com,
Kadir mendatangi Kantor Kejari OKU Timur serta dokumen keabsahan tanah tersebut serta bukti dugaan kantor BPN OKU Timur yang menghambat menerbitkan sertifikat yang telah dibatalkan oleh Yudha.
Tag
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Kota Prabumulih 6 April 2023 Dilengkapi Doa
-
Jadwal Buka Puasa Kota Palembang 6 April 2023 Dilengkapi Doa
-
Pacar Tak Mau Tanggung Jawab, Ibu di Palembang Tega Buang Bayinya di Selokan
-
Pemkot Palembang Bagikan THR Capai Rp 80 Miliar, Pegawai Honorer Bakal Terima?
-
Sumsel Gelar Kompetisi Film Mahasiswa Dan Pelajar Nasional, Ini Syaratnya
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Saat KPK Usut Audit BPK Sumsel, Begini Rapor WTP Muara Enim, PALI dan Empat Lawang
-
BRI Group Sabet Enam Penghargaan, Bukti Transformasi dan Kinerja Solid
-
BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi
-
Qlola by BRI Hadir dengan Tampilan Baru, Bawa Solusi Digital untuk Kebutuhan Bisnis
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut