- Mahasiswa Unsri dan UIN Raden Fatah menggelar aksi demonstrasi menuntut penanganan karhutla di Kantor Gubernur Sumsel.
- Gubernur Herman Deru menemui massa secara langsung untuk berdialog dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
- Mahasiswa menuntut audit wilayah gambut, transparansi dana bantuan, serta menyiapkan langkah lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.
SuaraSumsel.id - Aksi mahasiswa yang mengusung tajuk “Sumsel Sesak” di Kantor Gubernur Sumatera Selatan berubah menjadi dialog terbuka. Gubernur Sumsel Herman Deru turun menemui massa dan memilih duduk lesehan bersama mahasiswa di halaman kantor gubernur.
Aksi tersebut digelar gabungan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah. Mereka datang menyuarakan kondisi warga yang terdampak kabut asap sekaligus menagih tanggung jawab pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Suasana yang semula berupa aksi unjuk rasa kemudian berubah menjadi ruang diskusi. Herman Deru bersama mahasiswa duduk di halaman depan Kantor Gubernur untuk mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan perwakilan massa.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti langkah mitigasi karhutla yang dinilai belum cukup dilakukan sejak awal tahun. Mereka mempertanyakan kesiapan infrastruktur di wilayah hulu meski status siaga karhutla telah digaungkan sejak dini.
Salah satu persoalan yang disoroti berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Mahasiswa menilai tim pemadam di lapangan masih menghadapi keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju kawasan gambut yang terbakar.
Mahasiswa minta Gubernur minta maaf
Di tengah dialog, mahasiswa juga membawa persoalan tersebut ke ranah pertanggungjawaban moral.
Mereka mengingatkan bahwa karhutla bukan persoalan yang baru terjadi tahun ini. Salah seorang mahasiswa menyinggung kejadian serupa pada 2023 ketika dirinya masih menjadi mahasiswa baru.
“Tahun sebelumnya terjadi, tahun 2023 ketika saya masih maba, itu juga terjadi kebakaran hutan. Dan hari ini masih terjadi lagi,” kata mahasiswa tersebut di hadapan Gubernur.
Mahasiswa kemudian meminta Herman Deru menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
“Kami minta Bapak selaku pemimpin tertinggi meminta maaf kepada kami semua. Tentu itu bukan sebagai tujuan akhir, tapi itu adalah tujuan moral,” ujar perwakilan mahasiswa.
Permintaan tersebut kemudian dijawab Herman Deru. Dialog di halaman Kantor Gubernur itu ditutup dengan permintaan maaf dari Gubernur Sumsel kepada mahasiswa.
Bukan sekadar meminta maaf
Bagi mahasiswa, permintaan maaf bukan menjadi tujuan akhir aksi. Mereka menyodorkan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Salah satunya adalah audit dan pemulihan wilayah gambut serta kawasan yang berulang kali terbakar. Mahasiswa juga menuntut transparansi penggunaan dana bantuan Presiden dan seluruh anggaran penanggulangan karhutla agar dapat diketahui publik.
Selain itu, mereka meminta pemenuhan hak kesehatan bagi masyarakat terdampak asap, penindakan hukum yang dipublikasikan secara jelas terhadap korporasi yang terlibat, serta evaluasi mengenai kemungkinan peningkatan status bencana menjadi tanggap darurat.
Menanggapi kritik mahasiswa, Herman Deru mengatakan pemerintah bersama TNI, Polri dan unsur masyarakat terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla.
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
-
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Reda, Mahasiswa Tagih Tanggung Jawab Herman Deru
-
Dulu 15 Tahun Tak Ambil Gaji di UI, Kini Rocky Gerung Dapat Hak Rp76,5 Juta sebagai Wantimpres?
-
BRI-KPK Dorong Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api