- Kabut asap akibat karhutla menyebabkan penundaan delapan belas penerbangan domestik dan internasional di Bandara SMB II Palembang pada Senin.
- Jarak pandang yang berada di bawah batas minimal menjadi pertimbangan utama pengelola bandara demi keselamatan penumpang dan kru.
- Gangguan operasional penerbangan akibat jarak pandang terbatas tersebut telah terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.
SuaraSumsel.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026).
Tak hanya penerbangan domestik, gangguan kali ini juga menyentuh rute internasional Palembang-Kuala Lumpur. Jarak pandang di sekitar bandara yang berada di bawah batas minimal membuat sejumlah penerbangan harus mengalami penundaan maupun penyesuaian operasional.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mengatakan kondisi jarak pandang menjadi pertimbangan utama dalam operasional penerbangan demi keselamatan penumpang dan kru pesawat. “Penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” demikian keterangan General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan data pengelola bandara, terdapat 18 penerbangan yang terdampak pada Senin, terdiri atas 11 penerbangan keberangkatan dan tujuh penerbangan kedatangan.
Pada sisi keberangkatan, penerbangan yang masuk daftar terdampak antara lain IU921 rute Palembang-Jakarta, QG989 Palembang-Batam, IU302 Palembang-Pangkalpinang, JT246 Palembang-Batam, IU964 Palembang-Kualanamu, GA107 Palembang-Jakarta, QG981 Palembang-Jakarta, QG987 Palembang-Jakarta, IU923 Palembang-Jakarta dan QG985 Palembang-Jakarta.
Satu penerbangan internasional juga masuk dalam daftar tersebut, yakni AK461 rute Palembang-Kuala Lumpur.
Sementara pada sisi kedatangan, tujuh penerbangan yang terdampak yakni IU933 dari Yogyakarta, GA102 dari Jakarta, QG980 dari Jakarta, QG9962 dari Jakarta, AK462 dari Kuala Lumpur, IU924 dari Jakarta dan QG984 dari Jakarta.
Dengan demikian, gangguan akibat kabut asap pada Senin tidak hanya berdampak terhadap konektivitas Palembang dengan sejumlah kota di Indonesia, tetapi juga menyentuh penerbangan internasional.
Kembali terjadi setelah 31 penerbangan terdampak
Baca Juga: Karhutla Sumsel Tak Kunjung Reda, Mahasiswa Tagih Tanggung Jawab Herman Deru
Gangguan penerbangan pada Senin ini terjadi setelah sehari sebelumnya kondisi serupa berdampak lebih luas terhadap operasional Bandara SMB II.
Pada Minggu (4/10/2026), sebanyak 31 penerbangan tercatat terdampak akibat jarak pandang di bawah batas minimal. Data tersebut terdiri atas 15 penerbangan keberangkatan dan 16 penerbangan kedatangan. Artinya, gangguan penerbangan akibat kondisi jarak pandang kembali terjadi di Bandara SMB II dalam dua hari berturut-turut.
Kondisi tersebut juga bukan pertama kalinya terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (3/10/2026), delapan penerbangan di Bandara SMB II terdampak karena jarak pandang berada di bawah standar minimal penerbangan. Salah satunya, penerbangan QG980 rute Jakarta-Palembang, mengalami return to base (RTB).
Kabut asap membuat jarak pandang menjadi faktor penting dalam menentukan apakah penerbangan dapat berangkat maupun mendarat. Pengelola Bandara SMB II sebelumnya juga menjelaskan bahwa visibility menjadi salah satu dasar bagi bandara dan maskapai dalam menentukan operasional lepas landas serta pendaratan.
Pada Senin, kondisi jarak pandang bahkan sempat turun hingga sekitar 200 meter, berdasarkan laporan ANTARA. Sebanyak 16 penerbangan domestik dan dua penerbangan internasional tercatat mengalami keterlambatan akibat kondisi tersebut.
Meski sejumlah penerbangan terdampak, pengelola Bandara SMB II menyatakan kondisi bandara secara umum masih kondusif. Penyesuaian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan aspek keselamatan penerbangan.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Reda, Mahasiswa Tagih Tanggung Jawab Herman Deru
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, 18 Penerbangan Palembang Kembali Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Reda, Mahasiswa Tagih Tanggung Jawab Herman Deru
-
Dulu 15 Tahun Tak Ambil Gaji di UI, Kini Rocky Gerung Dapat Hak Rp76,5 Juta sebagai Wantimpres?
-
BRI-KPK Dorong Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur