SuaraSumsel.id - Penganiayaan siswi SD atau Sekolah Dasar di Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami bully. Dia dianiaya, dengan diinjak dan ditendang oleh teman satu kelasnya. Video aksi penganiayaan ini pun kemudian viral di media sosial.
Dinas Pendidkan (Disdik) OKU mengungkapkan akan melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan memanggil pihak sekolah.
Belakangan diketahui jika sekolah dasar tersebut merupakan SD Negeri 159 Desa Saung Naga, Peninjauan OKU.
Kepala Dinas Pendidikan OKU Alfarizi mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan rapat terbatas atas peristiwa tersebut. Rapat tersebut dihadiri pihak sekolah, sekaligus mendatangi korban dan sejumlah pelaku di kediamannya.
Peristiwa ini diungkapkannya menjadi keprihatinan terhadap dunia pendidikan di Sumsel.
"Sudah kami tindaklanjuti, kami menanyakan kronologi, sekaligus berjanji menyelesaikan peristiwa ini," ujarnya kepada Suara.com, Minggu (20/11/2022).
Langkah lain yang dilakukan ialah memberikan saksi kepada yang melakukan kesalahan.
“Selain itu, juga bakal diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," sambung Alfarizi.
Tampak di video tersebut, seorang siswi SD yang terduduk di dalam ruang kelas. Lalu beberapa siswa yang berada di kelas tersebut ikut menganiaya hingga memukul siswi tersebut.
Baca Juga: Siswi SD di OKU Sumsel Ditendang Sampai Diinjak Saat di Sekolah, Publik Ramai Mengecam
Tidak hanya sekali, pemukulan terjadi beberapa kali. Pemukulan tidak hanya berlangsung sekali, namun beberapa kali oleh siswa lainnya.
Belum diketahui lokasi sekolah tersebut, namun disebutkan jika peristiwa tersebut terjadi di salah satu SD di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel.
Netizen kemudian ramai melakukan kecaman dan berharap agar peristiwa ini dapat diusut hingga memberikan efek jera kepada para siswa.
Salah satu akun yang membagikan akun zonamiliter19. Di narasi akun tersebut dikritik bagaimana peran sekolah sebagai tempat pendidikan.
"Ini kenapa sekolah malah jadi tempat bullying, tolong bapak ibu guru pengawasannya, orng tua mereka menyekolahkan berarti menitipkan anak mereka. Buat para orang tua didik anak dengan brnar jangan sampai hal ini terjadi karna korban bullying itu pasti mengalami traumatis, luka psikis dan gangguan ke mental mereka. Untuk kejadian dan tempat mimin blm tau dimana, tp pihak sekolah dan orang tua perlu di periksa karna lalai dalam menjaga anak mereka," tulis akun @zona.militer19
Lalu ramai juga netizen mengomentarinya.
Berita Terkait
-
Meski Kota Metropolitan, Palembang Pertahankan 3.409 Hektar Luasan Sawah
-
Siswi SD di OKU Sumsel Ditendang Sampai Diinjak Saat di Sekolah, Publik Ramai Mengecam
-
Tenggelam Dua Hari di Sungai Lematang Sumsel, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas
-
Warga Peninjauan OKU Berhamburan Keluar Rumah saat Puting Beliung Menghantam
-
Predator Seks Incar 2 Siswi SD Sekaligus, Remas Payudara Korban di Gang Sempit
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun
-
Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi
-
Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim
-
Kebakaran di Bangka Selatan, 600 Rumah Terdampak dan 2.400 Warga Jadi Korban
-
BRI Catat Nilai Merek USD6,9 Miliar, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional