Ketika itu, pada 2016 sampai 2018, pemerintah menyalurkan subsidi Rp25 juta yang kemudian disertai pembiayaan tambahan sekaligus bimbingan pertanian. “Misalnya biaya peremajaan butuh Rp50 juta, Rp25 juta sudah diberi negara dan sisanya kredit dengan agunan lahan,” kata Analisis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Madya Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Rudi Apriadi.
Dengan semakin banyaknya yang beralih ke tanaman sawit pada waktu itu, Rudi mengatakan banyak petani yang ikut-ikutan beralih baik dalam bentuk kemitraan perusahaan, plasma ataupun swadaya.
“Siapa yang tidak tertarik dengan pembiayaan saat harga karet jatuh dan sawit pada saat itu terus dibicarakan di pasar global,” katanya.
Baca Juga: Cuaca Hari Ini: Sumsel Potensi Berawan Dengan Hujan Sedang Hingga Dini Hari
Tawaran program kemitraan dari perusahaan yang sudah membuka lahan sawit terlebih dahulu juga ikut mendorong petani menanam kelapa sawit. Ini juga didukung kondisi lahan yang lebih cocok bagi tananam kelapa sawit. “Pernah sebelumnya warga juga menanam hortikultura, padi dan lainnya tetapi tanahnya tidak cocok, butuh pengairan,” ujar Sugeng Apriyadi, warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Muba yang ditemui dua pekan lalu.
Harapan menanam sawit untuk menggapai kemapanan karena harga sawit yang tengah melambung rupanya hanya mimpi. Tingkat kesejahteraan petani masih minim setelah perkebunan sawit berkembang pesat. Di kabupaten tempat Sugeng berkebun, angka kemiskinan justru semakin tinggi sering kebun sawit yang terus meluas. Tingkat kemiskinan Kabupaten Muba yang awalnya 105,08 persen pada 2017 naik menjadi 105,83 persen pada 2019. Padahal selama rentang 2017 sampai dengan 2019, produktivitas minyak kelapa sawit melambung lebih dari 20 persen.
Di daerah lain, seperti di Kabupaten Banyuasin, tingkat kemiskinan tidak menurun signifikan pada saat perkebunan sawit meluas dan tingkat produksi melonjak. Selama 2015 hingga 2020, pertumbuhan lahan sawit di kawasan peyangga ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini membumbung empat kali lipat dengan laju produkvitas meroket sekitar 1.200 persen. Tapi tingkat kemiskinan hanya menyusut 4% dari total populasi yang mencapai 836 ribu jiwa.
Di Kabupaten OKU, tingkat kemiskinan justru menanjak saat luas dan produksi sawit berkembang. Tingkat kemiskinan di OKU naik 1,26 poin pada 2020 saat kebun sawit meluas lebih dari 50% dan produksi kelapa sawit membengkak sekitar 30% dibandingkan pada 2015 lalu.
Sugeng mengakui penanaman sawit tidak lantas membikin warga semakin sejahtera. “Berjalannya waktu, menanam sawit memang membutuhkan perawatan, bermodal,” ujarnya.
Baca Juga: Pengusaha Sawit Mularis Djahri Dibebaskan, Anaknya Masih Ditahan Polda Sumsel
Wakil Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Selatan, M. Yunus mengungkapkan banyak petani sawit swadaya di Sumatera Selatan yang berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Para petani swadaya ini umumnya memiliki lahan perkebunan yang tidak terlalu luas.
Berita Terkait
-
3 Asosiasi Hilir Sawit dan Forwatan Berbagi Manfaat Produk Turunan Sawit ke Ratusan Yatim Piatu
-
Kantongi Pendapatan Bersih Rp 21,82 Triliun, AALI Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Wajah Muram Wawonii dan Kawasi! Perbankan Diminta Hentikan Pendanaan ke Harita Group
-
Investasi Swasta Jadi Kunci Indonesia Capai Target Net Zero Emission
Tag
- # Petani sawit Sumsel merugi
- # petani Sawit Sumsel
- # Petani Sawit Plasma
- # Asosiasi Petani sawit
- # Petani Sawit di Sumsel
- # Petani Sawit Swadaya
- # petani sawit
- # petani sawit Sumatera
- # kebun sawit sumsel
- # Perkebunan sawit Sumsel
- # Kelapa Sawit Sumsel
- # sawit sumsel
- # sumsel
- # Harga sawit
- # Harga sawit Sumsel
- # kebun sawit
- # sawit
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR