Harapan menanam sawit untuk menggapai kemapanan karena harga sawit yang tengah melambung rupanya hanya mimpi. Tingkat kesejahteraan petani masih minim setelah perkebunan sawit berkembang pesat. Di kabupaten tempat Sugeng berkebun, angka kemiskinan justru semakin tinggi sering kebun sawit yang terus meluas. Tingkat kemiskinan Kabupaten Muba yang awalnya 105,08 persen pada 2017 naik menjadi 105,83 persen pada 2019. Padahal selama rentang 2017 sampai dengan 2019, produktivitas minyak kelapa sawit melambung lebih dari 20 persen.
Di daerah lain, seperti di Kabupaten Banyuasin, tingkat kemiskinan tidak menurun signifikan pada saat perkebunan sawit meluas dan tingkat produksi melonjak. Selama 2015 hingga 2020, pertumbuhan lahan sawit di kawasan peyangga ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini membumbung empat kali lipat dengan laju produkvitas meroket sekitar 1.200 persen. Tapi tingkat kemiskinan hanya menyusut 4% dari total populasi yang mencapai 836 ribu jiwa.
Di Kabupaten OKU, tingkat kemiskinan justru menanjak saat luas dan produksi sawit berkembang. Tingkat kemiskinan di OKU naik 1,26 poin pada 2020 saat kebun sawit meluas lebih dari 50% dan produksi kelapa sawit membengkak sekitar 30% dibandingkan pada 2015 lalu.
Sugeng mengakui penanaman sawit tidak lantas membikin warga semakin sejahtera. “Berjalannya waktu, menanam sawit memang membutuhkan perawatan, bermodal,” ujarnya.
Wakil Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Selatan, M. Yunus mengungkapkan banyak petani sawit swadaya di Sumatera Selatan yang berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Para petani swadaya ini umumnya memiliki lahan perkebunan yang tidak terlalu luas.
Dia memperkirakan apabila harga jual tandan buah segar (TBS) di bawah Rp1.000 per kilogram dengan luas perkebunan sawit kurang dari satu hektare dan produksi sekitar tiga kuintal per dua minggu maka hasil yang diterima hanya sekitar Rp500 ribu per bulan. “Dengan produksi akibat lahan sempit, harga jual jatuh, petani langsung rentan miskin,” tegasnya.
Sugeng menghitung petani bisa balik modal bila harga jual TBS sedikitnya sebesar Rp1.500 per kilogram. Bila harga jua TBS sawit berada di bawah harga minimal tersebut, dia yakin petani kebun sawit akan sulit memenuhi kebutuhan operasional seperti pupuk.
Tulisan ini merupakan Fellowship pelatihan "Jurnalisme Data Investigasi 80 Jam untuk Jurnalis” yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan dukungan USAID dan Internews.
Baca Juga: Cuaca Hari Ini: Sumsel Potensi Berawan Dengan Hujan Sedang Hingga Dini Hari
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Hari Ini: Sumsel Potensi Berawan Dengan Hujan Sedang Hingga Dini Hari
-
Pengusaha Sawit Mularis Djahri Dibebaskan, Anaknya Masih Ditahan Polda Sumsel
-
194.000 Warga Palembang Tergolong Ekonomi Miskin, Ini Penyebabnya
-
Situs 6 Dinas di Sumsel Diretas, Pengamat: Ketidakpuasan Publik Pada Layanan yang Ditampilkan
-
Jelang 1 Abad NU, Gus Miftah Ajak Warga NU Muara Enim Sumsel Jaga Indonesia
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
Kronologi Hacker Selapan Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih, Bermula dari Password
-
Rp8,68 Miliar untuk Rumah Dinas DPRD Sumsel di 2026, Apa Pertimbangan di Baliknya?
-
7 Alasan Lapangan Hatta Jadi Spot Olahraga Pagi Favorit di Palembang, Ramai Komunitas Sehat