SuaraSumsel.id - Petani di Sumatera Selatan (Sumsel) kesulitan memulai musim tanam akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini karena petani sulit membajak lahan karena tidak mendapatkan BBM guna menghidupkan hand traktor sebagai tahapan awal memulai bertanam.
Saparudin, salah seorang petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Sumsel mengatakan saat ini pihaknya kesulitan melakukan proses tanam padi. Padahal, pada bulan Oktober seharusnya proses menanam padi di sawahnya sudah selesai dilakukan, karena di akhir tahun sudah bisa dilakukan panen.
“Biasanya dalam dua hari sudah selesai sawah dibajak. Tapi saat ini kami kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar. Dari SPBU juga kadang habis sedangkan diisi eceran hanya seadanya,” katanya akhir pekan lalu.
1. Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor
Petani di Sumatera Selatan (Sumsel) kesulitan memulai musim tanam akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini karena petani sulit membajak lahan karena tidak mendapatkan BBM guna menghidupkan hand traktor sebagai tahapan awal memulai bertanam.
Saparudin, salah seorang petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Sumsel mengatakan saat ini pihaknya kesulitan melakukan proses tanam padi.
2. Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
Masyarakat Dusun Agung Tengah, Desa Gunung Agung Tengah, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami ketakutan.
Baca Juga: Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
Munculnya beruang di Gunung Agung Tengah itu pertama kali diinformasikan oleh akun facebook dengan nama @Alie jeme dusun begay dan @Rita Indahu.
3. Wagub Mawardi Yahya: Data Masyarakat Miskin di Sumsel Diperkirakan Sudah Tidak Sesuai
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya meminta bupati dan wali kota di provinsi setempat membentuk tim untuk mengoptimalkan pendataan masyarakat miskin.
"Pendataan perlu dioptimalkan untuk mendapatkan angka penduduk miskin terbaru demi ketepatan sasaran jika ada program bantuan dari pemerintah seperti penyaluran bansos," ujar Mawardi Yahya melansir ANTARA.
Berita Terkait
-
Rumah Baba Boentjit, Ikon Kekayaan Arsitektur Budaya Tionghoa Tempo Dulu di Palembang
-
Viral Dua Remaja Palembang Saling Serang Pakai Parang Dan Samurai, Polisi: Dijadikan TO
-
Tergiur Layanan Seks Gratis, Warga OKI Digerebek 4 Orang Diancam Bakal Diarak di Kampung
-
Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
-
Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
Terkini
-
Belajar Mengelola Lahan Tanpa Membakar di Desa Gambut
-
Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah Pilihan di UGM
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism
-
Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya