SuaraSumsel.id - Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki kekayaan akan perkembangan dunia arsitekturnya. Tidak hanya satu budaya namun juga terdapat akulturasi budaya lain seperti Tionghoa pada massanya. Salah satu yang menjadi icon arsitektur budaya Tionghoa tempo dulu di Palembang ialah Rumah Baba Boentjit.
Berada di tepian sungai Musi membuat rumah ini perlu kepedulian banyak pihak dalam menjaga kelestariannya. Akademisi Teknik Arsitektur Universitas Sriwijaya (Unsri) Maya Fitri Oktari mengajak warga Palembang terkhususnya agar peduli kampung di tepi Sungai Musi.
Melansir wongkito.co-jaringan Suara.com, Rumah Baba Boentjit menjadi salah satu bangunan unik yang merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu. Meski sudah berusia ratusan tahun, Rumah Baba Boentjit masih kokoh berdiri di tepi Sungai Musi.
Ia mengungkapkan masing-masing rumah atau bangunan heritage di pinggir Sungai Musi memiliki keunikan khas. Seperti Rumah Baba Boentjit dengan akultrasi Tionghoa dan Melayu. Kampung Al Munawar merupakan permukiman masyarakat keturunan Arab yang kental dengan budaya Timur Tengah.
Sementara Kampung Kapitan merupakan rumah milik keturunan Tionghoa tetapi bangunannya perpaduan dengan budaya Eropa atau kolonial.
Pihak Unsri mengungkapkan secara rutin melakukan survei hingga menemukan narasi yang kaya akan bangunan-bangunan tersebut.
"Luar biasa, memang banyak ditemukan bangunan dengan karekter unik yang tentunya sangat potensial untuk dijadikan aset pariwisata sehingga penting untuk dilestarikan sebagai upaya menjaga juga aset bersejarah," ujarnya.
Menurut ia, pelestarian bangunan-bangunan bersejarah di tepi Sungai Musi, seperti Rumah Baba Boentjit Maya sangat penting melibatkan masyarakat lokal.
"Upaya mengajak warga untuk peduli dalam menjaga bangunan unik dan bersejarah tersebut menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan," ujarnya.
Baca Juga: Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
"Masyarakat bagian penting dalam menjaga eksistensi bangunan dan juga menjadi penggerak utama mendorong terciptanya lingkungan bersih dan tertata dengan baik," sambung Maya.
Dia menambahkan kesan kalau selama ini permukiman di tepi sungai itu kumuh secara bertahap bergeser dan menjadi kawasan yang memang menarik untuk dikunjungi wisatawan.
Dengan kunjungan wisatawan yang ramai ke rumah-rumah dengan arsitek ciri khas Palembang yang tidak bisa ditemukan di daerah lain juga akan berdampak pada masyarakat lokal.
"Apalagi di kawasan tersebut sejak lama muncul industri-industri kecil rumah tangga yang notabene menjadi daya tarik bagi wisatawan, dan tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi warga," jelasnya.
"Kami menargetkan kelak masyarakat lokal yang mendapatkan manfaat dari pengembangan kawasan tersebut menjadi objek wisata," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Dua Remaja Palembang Saling Serang Pakai Parang Dan Samurai, Polisi: Dijadikan TO
-
Tergiur Layanan Seks Gratis, Warga OKI Digerebek 4 Orang Diancam Bakal Diarak di Kampung
-
Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
-
Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor
-
BMKG: Gempa 5,3 M di Banten Tergolong Gempa Dangkal, Penyebabnya Karena Ini
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
-
Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change