Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Selasa, 13 September 2022 | 15:42 WIB
Ilustrasi pengendara ojek online. Tarif ojol naik, penumpang dirasa menurun [Suara.com/Alfian Winanto]

“Harapanny ke pemerinah kalau biso yo idak naek, dibatalke kenaikan ini. Tapi kalau sudah naik yo kami jugo dak biso apo-aponlagi. Lalu untuk pihak gojeknya ya kalau memang ongkir mengalami kenaikan mungkin ongkirnya jangan dibebankan semua ke customer kalau bisa dari gojek juga membantu melakukan pemotongan harga krna kasian juga customernya dan kalau bisa potonganny sedikit saja jgn yerlalu banyak,” katanya.

Senior VP Corporate Affairs Gojek Transport & Logistics Rubi W. Purnomo mengatakan bahwa Gojek terus berupaya untuk menyeimbangkan kebutuhan para pemangku kepentingan yang bergantung pada teknologi mereka termasuk mitra driver, UMKM dan pelanggan.

“Kami tentunya mengikuti aturan terbaru terkait tarif layanan GoRide, Gojek juga telah secara proaktif melakukan penyesuaian tarif bagi lima layanan lain di dalam ekosistem kami, yakni GoCar, GoFood, GoSend, GoShop dan GoMart,” jelasnya.

Penyesuaian tarif tersebut, dikatakan pihaknya sebagai langkah untuk mendorong potensi pendapatan maksimal bagi para mitra Gojek, sekaligus mendukung Gojek dan para mitra untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Baca Juga: 23 Anggota DPRD Banyuasin Sumsel Mosi Tak Percaya Pimpinan: Ini Kedua Kali Bikin Mosi Tidak Percaya

“Selain itu selaras dengan visi Pemerintah untuk meningkatkan kehidupan seluruh lapisan masyarakat Indonesia, saat ini kami terus berdiskusi dengan Pemerintah terkait penerapan Biaya Layanan (komisi), dengan cara yang memungkinkan bagi kami untuk tetap mendukung mitra pengemudi dan UMKM, sambil memastikan keberlangsungan bisnis kami secara jangka panjang,” tutupnya

Kontributor: Siti Umnah

Load More