SuaraSumsel.id - Perayaan Festival Tabut 2022 resmi dibuka dengan diawali ritual Pamit Raja Agung. Hal ini sebuah tradisi yang dilakukan oleh Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) sebelum memulai ritual pengambilan tanah.
Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen Bengkulu, Syiafril Syahbuddin di Balai Semarak Kota Bengkulu, Jum'at malam, mengatakan bahwa pembukaan Festival Tabut setiap tahunnya selalu diawali dengan pengambilan tanah di Gerga Tabut Imam Berkas Kota Bengkulu.
"Sudah menjadi tradisi dalam melaksanakan Festival Tabut, kami dari KKT pamit terlebih dahulu sebelum melakukan pengambilan tanah sekaligus memberitahu jangan sampai terjadi hal-hal yang keliru," kata Syiafril.
Ia menegaskan prosesi pengambilan tanah bukan dilakukan di makam keramat, melainkan mengambil tanah yang bersih dan tidak kotor.
Melansir ANTARA, sebab saat ini banyak masyarakat yang dalam persepsi dan menduga bahwa pengambilan tanah dilakukan di makam keramat.
Prosesi pengambilan tanah dilakukan untuk mengingatkan seluruh umat manusia bahwa manusia akan meninggal dan tidak ada yang abadi.
Berikut rangkaian Festival Tabut Bengkulu 2022 di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu yaitu Selasa (2/08) dilakukan upacara duduk penja, pergelaran seni dan budaya.
Kemudian pada Rabu dan Kamis (3-4/8) Menjarai I dan Menjarai II atau perjalanan panjang malam hari, pada Jum'at (5/8) dilakukan arak jejari atau arak penja.
Pada Sabtu (6/8) dilakukan anak seroban, Minggu (7/8) dilakukan kegiatan GHAM (hari bersedih atau merenung) dimana dilarang membunyikan dhol hingga puncak Tabut tersambung, dilakukan upacara Tabut Imam naik puncak, arak gedang dan tabut bersanding.
Baca Juga: Wong Sumsel Makin Padati Wisata Pantai di Provinsi Lampung
Senin (8/8) dilakukan arak gedang Tabut tebuang serta Tabut tebuang yang dilakukan di Makam Karabela.
Berita Terkait
-
Duh! Hutan Produksi di Mukomuko Bengkulu Diperjualbelikan
-
KPU Coret 193 Pemilih dari Daftar Pemilih Berkelanjutan
-
Bank BJB Tandatangani PKS Penyertaan Modal KUB ke Bank Bengkulu
-
Kasus Korupsi Replanting Tanaman Sawit, Kejati Sita Uang Rp13 Miliar
-
Jaga Asrama Haji Tetap Steril, Kemenag Bengkulu Larang Keluarga Jemput Jemaah
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi