SuaraSumsel.id - Seorang warga binaan permasyarakatan (WBP) atau narapidana di Lapas Tanjung Raja berinisial AP meninggal dunia. Selama di Lapas, AP dikenal sering melakukan kontrol ke klinik Lapas dengan keluhan sakit perut dan mual-mual.
Sebelum meninggal keluhannya juga sama. Tapi yang bersangkutan masih bisa berkomunikasi baik dengan petugas.
Kepala Lapas Tanjung Raja, Kemenkumham Sumsel, Batara Hutasoit mengatakan (WBP) berinisial AP masuk Lapas sejak 14 Maret 2021 dengan pidana 6 tahun penjara subsider 1 tahun kurungan dalam kasus narkotika.
Selama di lapas WBP tersebut sering melakukan kontrol ke klinik Lapas dengan keluhan sakit perut dan mual-mual. Sebelum meninggal keluhannya juga sama. Tapi yang bersangkutan masih bisa berkomunikasi baik dengan petugas.
Menurut Batara bahwa pada Jumat (8/7) sekitar pukul 21.00 WIB WBP AP diperiksa oleh petugas Kesehatan Lapas. Selanjutnya dirujuk ke RSUD Kayuagung, pada hari sabtu (9/7) pukul 06.05 WIB AP dinyatakan meninggal dunia di RSUD Kayuagung. Jenazah AP sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kematian WBP AP“, kata Hutasoit.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan Bambang Haryanto Rabu ( 13/7) mengatakan pihaknya akan menurunkan tim pemeriksa ke Lapas Tanjung Raja terkait pemberitaan meninggalnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) inisial AP.
Menurut Bambang pihaknya akan memeriksa apakah yang dilakukan petugas lapas sudah sesuai dengan SOP yang ada. (ANTARA)
Baca Juga: Tambang Batu Bara Ilegal Paling Banyak Ditemukan di Sumsel, Penegakkan Hukum Lemah?
Berita Terkait
-
Tambang Batu Bara Ilegal Paling Banyak Ditemukan di Sumsel, Penegakkan Hukum Lemah?
-
Cerita Haru Kakek Fahrizal Lubis: Sembuh Dari Kelumpuhan, Tunaikan Nazar Keliliing Indonesia Dari Medan Hingga Papua
-
Mengenal Ajaran Dewa Matahari: Pengikut Dilarang Salat Lima Waktu Dan Mengikuti Nabi Muhammad, Aliran Sesat Baru?
-
Bukan Menghilang, Kepala Humas RSUD Musi Banyuasin Ungkap Alasan Pergi Tanpa Pamit
-
Kantor Dinas Kesehatan Muara Enim Digeledah, Dugaan Korupsi Bantuan Operasional Puskesmas
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor