SuaraSumsel.id - Sebanyak 3.500 guru honorer di Palembang, Sumatera Selatan dijanjikan bakal diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). Janji ini disampaikan Seketaris Daerah atau Sekda kota Palembang, Ratu Dewa dalam pertemuan mereka.
Ratu Dewa mengungkapkan pemerintah kota Palembang tengah menghitung kebutuhan di luar tenaga guru honorer. Hal ini menjadi dasar bagi Pemerintah Kota atau Pemkot Palembang mengajukan usulan pengangkatan.
"Karena selama ini, guru-guru ini yang sudah menutupi kebutuhan mencerdaskan anak bangsa di Palembang ini. Karena itu, akan kita perjuangkan ke pemerintah pusat," ujarnya.
Sekda mengungkapkan dirinya juga sudah meminta kepada BKPSDM Pemkot agar mengitung ulang kebutuhan di luar tenagar guru honorer, guna menjadi dasar ke Kemenpan RB.
“Ini akan kita bersama Dinas Pendidikan akan perjuangkan sampai ke pemerintah pusat. Sudah sewajarnya guru guru yang mencerdaskan anak bangsa ini, kita perjuangankan,” tegasnya lagi.
Kepala Dinas Pendidikan atau Disdik Kota Palembang Ahmad Zulinto mejelaskan sistem pengangkatan guru honorer ini telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah kota.
Sebanyak 1.196 yang menjadi prioritas utama, yakni guru yang telah lulus Passing Grade.
"Semua lulus wajib diangkat dan selesai mulai pengakatan ini dari guru swasta dan negeri. Prioritas kedua terdiri dari sisa guru honorer K2 yang tersisa dengan jumlah 6 orang tapi masih dicek berdasarkan aturan pemerintah pusat," ujar ia.
“Kemudian perioritas ketiga guru honorer yang status dapodiknya sudah berjalan 3 tahun per Desember 2019 itu tidak dites, hanya melalui seleksi observasi saja,” katanya.
Baca Juga: LRT Sumsel Belum Diserahkan Ke Pemda, DPRD Sumsel Akui Sulit Alokasikan Anggaran
Seleksi meliputi pemeriksaan kehadiran guru sekaligus peran aktif guru dalam mengajar. “Namun saya yakin semua guru yang ada di Palembang semuanya taat dengan aturan," terang ia.
lanjutnya, P4 yaitu guru honorer yang dapodiknya sekolah negeri pada waktu itu yang kurang dari 3 tahun yang akan mengikuti tes sebanyak 467 sehingga totalnya semuanya 3500.
“Mudah-mudahan ini akan dingakat semua,” jelasnya.
Nah untuk mereka tenaga administrasi sekolah seperti pegawai tata usaha, operator komputer dan penjaga sekolah juga telah usulkan Sekda Palembang untuk dimasukan kedalam pengangakatan P3K jika masih ada slot untuk formasi ini agar bisa dibuk.
Ditempat yang sama salah satu guru honorer di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Palembang Efriza guru Bimbingan konseling (BK) merasa lega atas perjuangan Sekda Kota Palembang Ratu Dewa dan Ahmad Zulinto yang juga menjabay Ketua PGRI Sumsel ini.
"Alhamdulilah ada orang baik yang mau memperjuangkan sampai tuntas pengangkatan kami menjadi PPPK," katanya.
lanjutnya Andika salah satu guru honorer di SMP bahasa inggris sedikit lega meskipun kebijakan tersebut baru kabar bahagia.
"Kami optimis jika kerja keras beliau akan berhasil. Rasa ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata hanya ucapan terima kasih saja yang mewakili rasa bahagian kami terhadap perjuangan guru honorer," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sadis! Dibakar Api Cemburu, Duda di Musi Banyuasin Gorok Leher Pacar
-
Viral Foto Lawas Pasar Tradisional di Sumatera Tahun 1970 an, Netizen Memuji: Sampah Plastiknya Sedikit
-
Drama Minyak Goreng Curah: Luhut Wajibkan PeduliLindungi Atau KTP, Mendag Zulkifli Hasan Bagi-Bagi Gratis Tapi Politis
-
LRT Sumsel Belum Diserahkan Ke Pemda, DPRD Sumsel Akui Sulit Alokasikan Anggaran
-
Sumsel Jadi Pelopor Dharmayatra Indonesia, Jadikan Prambanan Dan Borobudur Pusat Keagamaan Hindu-Budha
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh