SuaraSumsel.id - Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKB memprakirakan Sumatera Selatan atau Sumsel kini mengalami penurunan curah hujan. Intensitas curah hujan di wilayah Sumatera Selatan atau Sumsel pada dasarian I di Jui berada pada kategori rendah hingga menengah.
"Curah hujan hanya 51-150 mm. Curah hujan tertinggi di Pos Hujan Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat dengan jumlah curah hujan 116.0 mm. Sifat hujan pada dasarian I Juli 2022 di wilayah Sumsel didominasi Sifat Hujan Bawah Normal (BN) terjadi Seluruh wilayah Kota Palembang, PALI, Ogan Ilir" ujar peringatan BMKG tersebut.
Sebagian Besar wilayah Banyuasin, Muara Enim, OKI, OKU Timur, Empat Lawang, Lubuk Linggau dan sebagian MUBA serta OKU Selatan juga mengalami hal yang sama.
"Sifat hujan Normal (N) terjadi di Sebagian wilayah Musirawas, sebagian kecil wilayah Banyuasin, Muba, Muratara, Ogan Komering Ilir. Sifat hujan Atas Normal (AN) terjadi di seluruh wilayah Pagaralam, sebagian besar wilayah MURATARA, sebagian wilayah Lahat, sebagian kecil wilayah MUBA, Banyuasin, Ogan Komering Ilir hingga OKU Selatan," sambung BMKG.
Sementara hari tanpa hujan akan terjadi di sejumlah wilayah di antaranya kota Palembang, Musi Banyuasin, Muara enim, Prabumulih, Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, Empat Lawang, OKU Selatan dan Ogan Ilir.
"Masih ada hujan sampai dengan pemutakhiran data. Sebagian wilayah kecil Lahat. Kondisi HTH terpanjang terjadi di Pos Hujan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (11 Hari)," tulis BMKG tersebut.
Kondisi atmosfer di langit Sumsel memperlihatkan kondisi La Nina yang melemah. "BMKG memprakirakan ENSO netral akan berlangsung pada Juli-Agustus-September 2022," tulis peringatan BMKG tersebut.
Sementara Indeks IOD bulan Juni menunjukkan kondisi IOD Negatif.
"Aliran massa udara di wilayah Indonesia masih didominasi angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian utara dan tengah. Terdapat pola siklonik yang terbentuk di barat Kalimantan Barat dan barat Sumatera," sambung peringatan BMKG tersebut.
Baca Juga: Di Sumsel Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan Menjelang Idul Adha
Daerah pertemuan angin berada di sekitar Kepulauan Riau. "Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi didominasi oleh angin timuran kecuali di wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah, terdapat pola siklonik di wilayah utara Kalimantan Barat dan barat Sumatera," sambung BMKG.
Prediksi anomali menunjukan daerah pembentukan awan terjadi di sebagian besar Sumatera, sebagian Banten, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua bagian tengah. "Dibandingkan dengan klimatologisnya, tutupan awan di wilayah Indonesia lebih banyak," kata peringatan BMKG tersebut.
BMKG menghimbau curah hujan yang mengalami penurunan hendaknya diiringi dengan penghematan mengunakan air bersih dan selalu menjaga lingkungan guna menghindari potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Tag
Berita Terkait
-
Halo Warga Palembang, Pemerintah Kembali Wajibkan Masker Saat di Luar Ruangan
-
Viral Aniaya Keponakan Usia 6 Tahun, Paman di Palembang Diperiksa Dan Wajib Lapor
-
Tak Terima Ibu Ditembak, Anak di Sumsel Habisi Nyawa Ayah Tiri Sampai Dikubur di Kebun Karet
-
Update Harga Pangan di Sumsel Saat Idul Adha: Cabai Rp160.000 Per Kilogram, Daging Sapi Rp150.000 Per Kilogram
-
Geger! Jasad Pria Ditemukan Terkubur di Kebun Karet di Empat Lawang, Pelaku Diduga Istri Dan Anak
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Musi Banyuasin, Produksi Pertamina Capai 1.857 Barel per Hari
-
Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
-
5 Fakta Ngeri Maling Bersenpi di Warung Bakso Palembang, Korban Sampai Kabur Naik Lantai Dua
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Blackout Sumatra Nyaris Makan Korban, Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Kampus